Para peneliti menggabungkan pemindaian MRI dan kecerdasan buatan untuk mengukur aliran cairan di otak. Aliran ini membantu membersihkan limbah metabolik dan terkait dengan penyakit seperti Alzheimer.
Sistem glimfatik pertama kali dijelaskan pada 2012 oleh Maiken Nedergaard di University of Rochester. Karena alirannya sangat lambat, MRI tidak dapat langsung mengukur kecepatannya, sehingga tim menggunakan AI untuk memperkirakan kecepatan.
Dalam studi yang dipublikasikan di Science Advances, AI dilatih dengan video pewarna yang menyebar di jaringan otak. Dari video itu AI memperkirakan kecepatan aliran dan seberapa permeabel jaringan otak.
Kata-kata sulit
- pemindaian MRI — Gambar bagian tubuh menggunakan mesin MRI
- kecerdasan buatan — Komputer atau program yang bisa belajar sendiri
- aliran — Pergerakan sesuatu dari satu tempat ke tempat lain
- limbah metabolik — Sisa bahan kimia tubuh setelah proses hidup
- permeabel — Mudah dilewati zat atau cairan melalui jaringan
- melatih — Memberi contoh atau data supaya sistem komputer belajardilatih
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu penting mengukur aliran cairan di otak? Mengapa?
- Bagaimana menurutmu kecerdasan buatan bisa membantu penelitian medis?
- Pernahkah kamu mendengar atau melihat pemindaian MRI sebelumnya? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Orang tua, organisasi Yunani, dan minum berlebihan di mahasiswa
Studi di jurnal Behavioral Sciences menemukan orang tua yang lebih membolehkan minum terkait dengan mahasiswa yang bergabung dengan fraternity atau sorority dan risiko minum berlebihan. Peneliti menyarankan program pengasuhan dan percakapan tentang risiko.
Kecerdasan Buatan untuk Kesehatan Seksual di Amerika Latin
Kelompok riset dan organisasi di Amerika Latin memakai kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi. Proyek di Peru dan Argentina menjangkau remaja, komunitas adat, dan orang transgender, serta menyorot risiko bias.
Panas dan lembap saat kehamilan kurangi pertumbuhan anak
Penelitian menemukan panas yang lembap selama kehamilan berdampak lebih buruk pada pertumbuhan anak dibandingkan panas saja. Studi menggunakan metrik WBGT dan mengaitkan data cuaca dengan catatan kesehatan untuk menilai paparan pranatal di Asia Selatan.