Para peneliti memakai kombinasi pemindaian MRI dan kecerdasan buatan berbasis fisika untuk mengukur aliran cairan mirip air yang membersihkan limbah metabolik di otak. Sistem glimfatik, yang pertama dijelaskan pada 2012, terkait dengan penumpukan partikel seperti amyloid beta yang ditemukan pada penyakit Alzheimer.
Profesor Douglas Kelley dari University of Rochester mengatakan MRI memberi gambaran tiga dimensi otak tetapi tidak menangkap kecepatan aliran yang sangat lambat. Dalam studi yang dipublikasikan di Science Advances, tim melatih jaringan saraf tiruan dengan video pewarna yang menunjukkan penyebaran melalui jaringan otak. AI menurunkan kecepatan aliran dan permeabilitas jaringan dari data tersebut.
Hasil menunjukkan ada dua jalur utama untuk mengeluarkan partikel; satu jauh lebih cepat dan bergerak beberapa mikron per detik dekat permukaan otak, sedangkan jalur yang lebih lambat meresap ke dalam jaringan dengan laju sekitar 50 kali lebih lambat. Tim mengumpulkan pengukuran dasar pada hewan seperti tikus dan berharap membandingkan otak sehat dan sakit serta usia berbeda, dan akhirnya mempelajari sirkulasi pada manusia.
Kata-kata sulit
- pemindaian — proses membuat gambaran bagian dalam tubuh
- kecerdasan buatan — sistem komputer yang meniru kemampuan berpikir manusia
- jaringan saraf tiruan — model komputer yang meniru kerja otak
- glimfatik — sistem pembersihan cairan yang ada di otak
- permeabilitas — kemampuan material dilalui cairan atau zat
- penumpukan — kumpulan partikel atau zat yang menempel
- aliran — pergerakan cairan dari satu tempat ke lain
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana perbedaan kecepatan pada dua jalur pembersihan otak bisa mempengaruhi pemahaman tentang penyakit seperti Alzheimer?
- Mengapa peneliti ingin membandingkan otak sehat dan sakit serta usia berbeda sebelum mempelajari sirkulasi pada manusia?
- Apa tantangan yang mungkin muncul saat menerapkan metode ini pada manusia dibanding hewan percobaan?
Artikel terkait
Simulasi Pengalaman Hampir Mati dengan Realitas Virtual Kurangi Rasa Takut
Sebuah studi pilot menemukan bahwa satu sesi realitas virtual yang meniru pengalaman hampir mati menurunkan kecemasan terhadap kematian dan stres pada peserta. Penelitian itu melibatkan mahasiswa dan menggunakan survei sebelum dan sesudah sesi.