- Penelitian baru melihat otak orang yang punya OCD.
- Mereka melakukan tugas berurutan di dalam pemindai MRI.
- Tugas meminta menyebut warna lalu warna dan bentuk.
- Orang dengan OCD mengerjakan tugas sama baiknya juga.
- Namun pemindaian menunjukkan otak mereka jadi lebih aktif.
- Aktivitas tambahan muncul di beberapa wilayah otak tertentu.
- Wilayah itu terkait memori kerja dan pengenalan objek.
- Peneliti berharap temuan itu bisa bantu pengobatan OCD.
- Mereka juga menguji tugas sebagai tanda perubahan otak.
Kata-kata sulit
- penelitian — studi ilmiah untuk mencari informasi baru
- pemindai — alat untuk membuat gambar bagian tubuh
- berurutan — terjadi satu per satu menurut suatu urutan
- memori kerja — ingat aktif saat seseorang mengerjakan tugas
- pengobatan — tindakan untuk menyembuhkan atau merawat penyakit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah melihat atau mendengar tentang MRI?
- Apakah kamu setuju penelitian bisa bantu pengobatan?
- Pernahkah kamu mengerjakan tugas berurutan, misalnya menyebut warna lalu bentuk?
Artikel terkait
Ahli: Batasi Gula Tambahan Saat Paskah
Para ahli di Virginia Tech dan peneliti lain memperingatkan bahwa kecenderungan mencari makanan manis meningkat saat Paskah. Konsumsi gula tambahan berlebihan berisiko bagi kesehatan jangka panjang, jadi batasi dan jadikan permen sebagai sesekali saja.
Alat Komputasi Baru Ungkap Sel Pengatur Jam Tubuh
Para peneliti mengembangkan metode komputasi bernama MITE untuk memetakan komunikasi antar sel di nukleus suprachiasmatik (SCN), pusat ritme sirkadian. Temuan menunjukkan sel hub kecil sangat penting untuk sinkroni jaringan dan mungkin membantu menyelaraskan jam biologis.
Memperkuat Ritme Sirkadian Bantu Pemulihan Otak Setelah Stroke
Studi pada model tikus yang diterbitkan di Journal of Clinical Investigation menemukan bahwa intervensi yang menguatkan ritme sirkadian meningkatkan aliran glimfatik dan membantu pemulihan otak setelah stroke. Hasil ini masih perlu diuji pada manusia.
Tes darah baru untuk menilai pengobatan glioblastoma
Peneliti mengembangkan tes darah yang mendeteksi partikel tumor setelah membuka sawar darah-otak. Metode ini menggunakan perangkat ultrasound dan alat bernama GlioExoChip untuk mengubah sampel darah menjadi biopsi cair dan menilai respons pengobatan.