Para peneliti menemukan cara menilai respons pengobatan glioblastoma dengan darah. Dalam uji klinis, alat ultrasound membuka sawar darah-otak sehingga obat kemoterapi paclitaxel dapat masuk ke otak.
Tim di University of Michigan membuat alat bernama GlioExoChip. Alat ini menangkap partikel kecil dari tumor yang muncul di darah, disebut EVP (partikel ekstraseluler). Peneliti menghitung jumlah EVP sebelum dan setelah setiap sesi pengobatan lalu membandingkannya untuk melihat apakah pengobatan bekerja.
Langkah berikutnya adalah menguji metode ini dengan terapi lain dan pada kanker lain.
Kata-kata sulit
- menilai — menentukan nilai atau kualitas sesuatu
- respons — tanggapan tubuh terhadap pengobatan atau sesuatu
- sawar darah-otak — lapisan yang memisahkan darah dan otak
- partikel ekstraseluler — partikel kecil yang keluar dari sel tumorEVP
- kemoterapi — pengobatan kanker dengan obat-obatan khusus
- membandingkan — melihat perbedaan antara dua keadaan atau nilaimembandingkannya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu menilai respons pengobatan lewat darah penting? Mengapa?
- Bagaimana perasaanmu tentang membuka sawar darah-otak dengan ultrasound? Jelaskan singkat.
- Apakah kamu setuju alat seperti GlioExoChip diuji pada kanker lain? Mengapa?
Artikel terkait
Gelombang Otak Menyimpan Informasi Saat Membentuk dan Mengingat Ingatan
Peneliti merekam aktivitas listrik di otak pasien yang akan operasi epilepsi dan menemukan pola gelombang spasial yang berubah sesuai perilaku. Pola ini membantu mendekode apakah orang sedang menyandi atau mengingat suatu ingatan.
Tes AI Baru untuk Prediksi Kekambuhan Kanker Payudara
Sebuah studi di Nature Communications melaporkan tes kecerdasan buatan yang memprediksi risiko kekambuhan kanker payudara. Tes ini diuji pada data lebih dari 3.500 pasien dan dinilai lebih cepat serta lebih murah dibanding tes genomik.
Otak Prediksi Frasa, Bukan Hanya Kata Berikutnya
Penelitian menunjukkan otak manusia memprediksi kata dengan mengelompokkan kata secara gramatikal menjadi frasa, berbeda dari model bahasa besar (LLM) yang dilatih untuk menebak kata berikutnya. Temuan ini didukung oleh eksperimen dan rekaman aktivitas otak.