#Kanker21
Vaksin oral baru untuk kanker kolorektal
Peneliti mengembangkan vaksin oral berbasis bakteri yang merangsang sistem imun di usus untuk melawan kanker kolorektal pada model tikus. Vaksin ini bekerja lokal dan lebih efektif bila dikombinasikan dengan inhibitor titik pemeriksaan imun.
Foto oleh Devi Puspita Amartha Yahya, Unsplash
Senyawa pada Ceri Gelap Memperlambat Kanker Payudara
Peneliti melaporkan bahwa antosianin dalam ceri gelap dapat memperlambat pertumbuhan dan penyebaran kanker payudara triple-negatif pada tikus, dan bisa meningkatkan efek kemoterapi. Diperlukan penelitian lebih lanjut tentang keamanan dan penyerapan senyawa ini.
Penyintas Kanker Muda Menua Lebih Cepat
Studi baru menemukan penyintas kanker remaja dan dewasa muda menunjukkan penuaan biologis lebih cepat, termasuk perubahan sel dan fungsi otak yang berkaitan dengan memori dan perhatian. Peneliti sedang menguji intervensi seperti olahraga dan nutrisi.
Bagaimana Reseptor Sel T Memicu Imunoterapi Kanker
Peneliti di The Rockefeller University menggunakan cryo-EM dan lingkungan membran tiruan untuk melihat reseptor sel T. Mereka menemukan reseptor tertutup saat istirahat dan membuka saat bertemu antigen, temuan yang dapat membantu menyempurnakan imunoterapi sel T.
Dosis Kemoterapi Lebih Rendah Bantu Pasien Limfoma Usia 80+
Studi menunjukkan pasien limfoma usia 80 tahun ke atas dapat sembuh atau hidup lebih lama dengan dosis kemoterapi yang lebih rendah. Penelitian ini menggunakan data klinik komunitas dan menilai rejimen mini-R-CHOP serta rencana uji klinis baru dengan mosunetzumab.
Penelitian Brown: Target mTOR untuk Obat Kanker Lebih Spesifik
Penelitian dari Brown University menemukan cara memahami dua kompleks protein mTOR. Hasilnya menunjukkan kemungkinan memblokir hanya mTORC2 untuk menghentikan sinyal pertumbuhan kanker tanpa memicu jalur kelangsungan hidup.