Penelitian yang diterbitkan di jurnal internasional menemukan bahwa penyintas kanker remaja dan dewasa muda mengalami percepatan penuaan biologis, baik pada tingkat seluler maupun pada fungsi kognitif. Studi ini melaporkan hubungan antara usia biologis yang lebih tinggi dan penurunan kinerja pada tes memori, perhatian, serta kecepatan pemrosesan informasi.
Kelompok studi melibatkan sekitar 1,400 pasien yang semuanya minimal lima tahun setelah pengobatan; beberapa telah menjadi penyintas selama beberapa dekade. Mayoritas peserta pernah menderita leukemia limfoblastik akut atau limfoma Hodgkin. Peneliti menunjukkan tanda penuaan cepat pada penyintas, terlepas dari jenis pengobatan yang diterima, meskipun kemoterapi tampak mempercepat penuaan paling kuat. Kemoterapi dapat mengubah struktur DNA dan merusak jaringan serta sel.
Untuk penyintas yang pernah mendapat radiasi langsung ke otak, peneliti menekankan perlunya mencegah defisit kognitif agar tidak memburuk. Tim juga sedang menguji intervensi gaya hidup—seperti berhenti merokok, olahraga, dan perbaikan nutrisi—untuk melihat apakah penuaan yang dipercepat bisa dibalik. Penelitian lanjutan masih berlangsung.
Kata-kata sulit
- penyintas — orang yang masih hidup setelah sakit serius
- penuaan — proses tubuh menjadi lebih tua secara biologis
- seluler — berkaitan dengan sel-sel dalam tubuh
- kognitif — berkaitan dengan kemampuan berpikir dan mengingat
- kemoterapi — pengobatan kanker dengan obat-obatan kuat
- radiasi — sinar atau energi yang dapat merusak jaringan tubuh
- defisit — kekurangan atau gangguan fungsi tertentu pada tubuh
- intervensi — tindakan atau usaha untuk memperbaiki kondisi kesehatan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana percepatan penuaan biologis bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari penyintas kanker?
- Dari intervensi yang disebutkan (berhenti merokok, olahraga, perbaikan nutrisi), mana yang menurut Anda paling realistis dilakukan oleh penyintas dan mengapa?
- Langkah apa yang sebaiknya diambil tim medis untuk mencegah defisit kognitif pada pasien yang pernah mendapat radiasi langsung ke otak?
Artikel terkait
Sensor Protein Baru Membuat Aktivitas Molekuler Terlihat oleh MRI
Peneliti di UC Santa Barbara mengembangkan sensor protein yang dikodekan secara genetik untuk membuat aktivitas molekuler terlihat lewat MRI. Sistem modular ini, bernama MAPPER, berpotensi membantu studi kanker, neurodegenerasi, dan peradangan.
Musim Alergi di AS Mula Lebih Awal dan Lebih Parah
Musim alergi di seluruh AS kini mulai lebih awal, berlangsung lebih lama, dan banyak orang melaporkan gejala yang lebih parah. Suhu lebih hangat dan naiknya CO2 meningkatkan produksi serbuk sari, sementara polusi membuat gejala lebih buruk.
Metode Ultrasound Baru Bantu Bedakan Kista dan Massa
Peneliti mengembangkan pemrosesan sinyal ultrasound yang membedakan massa berisi cairan dan massa padat lebih akurat. Uji awal menunjukkan deteksi benar 96% dibanding 67% dengan alat konvensional; penelitian dari Johns Hopkins ini didanai federal.