Para peneliti memindai genom hampir 200 tikus dari beberapa garis keturunan untuk mencari pengaruh gen terhadap perhatian. Mereka menemukan bahwa tikus yang lebih fokus memiliki kadar gen Homer1 lebih rendah di bagian otak yang mengatur perhatian.
Penelitian lebih lanjut menunjukkan efek itu berasal dari dua versi pendek gen. Mengurangi kedua versi itu pada tikus muda membuat mereka lebih cepat dan lebih fokus dalam tes. Perubahan yang sama pada tikus dewasa tidak memberi efek. Temuan ini terbit di Nature Neuroscience dan dipimpin oleh seorang peneliti dari Rockefeller University.
Kata-kata sulit
- memindai — memeriksa bagian demi bagian secara sistematis
- genom — seluruh materi genetik dalam sel
- garis keturunan — kelompok hewan atau orang dari satu keluarga
- kadar — jumlah atau tingkat sesuatu dalam tubuh
- mengatur — mengendalikan atau menentukan cara kerja sesuatu
- mengurangi — membuat jumlah atau tingkat menjadi lebih kecil
- temuan — hasil penelitian atau penemuan baru
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu peneliti memakai tikus dari beberapa garis keturunan?
- Apa perbedaan efek pengurangan gen pada tikus muda dan tikus dewasa menurut teks?
- Bagaimana menurutmu temuan ini bisa membantu penelitian di masa depan?
Artikel terkait
Terapi Alternatif Terkait Kelangsungan Hidup Kanker Payudara
Sebuah studi menemukan penggunaan pengobatan komplementer dan alternatif (CAM) terkait dengan penurunan kelangsungan hidup pasien kanker payudara. Analisis data lebih dari 2 juta pasien menunjukkan risiko kematian lebih tinggi pada pengguna CAM saja dan pada kombinasi terapi.
Kutu Manusia dan Wabah Pes di Madagascar
Wabah pes masih terjadi di beberapa negara, terutama Madagascar. Penelitian menemukan kutu manusia (Pulex irritans) berperan dalam penyebaran dan mengaitkan infestasi kutu dengan kebiasaan rumah tangga serta penggunaan insektisida yang berisiko.
Kecerdasan Terbentuk oleh Jaringan Otak yang Terkoordinasi
Peneliti memakai pencitraan otak untuk melihat bagaimana kecerdasan muncul. Mereka menemukan kecerdasan berasal dari kerja banyak bagian otak yang terintegrasi dan terkoordinasi, bukan dari satu wilayah tunggal, dan temuan ini punya implikasi untuk perkembangan dan sistem buatan.
Sirkuit tersembunyi di serebelum bantu pembelajaran gerak
Ilmuwan menemukan sirkuit di serebelum yang menjelaskan bagaimana otak belajar dari kesalahan gerak. Temuan ini, hasil kolaborasi akademik, menunjukkan mekanisme disinhibisi yang membuka waktu untuk plastisitas dan pembelajaran.