Para peneliti memindai genom hampir 200 tikus dari beberapa garis keturunan untuk mencari pengaruh gen terhadap perhatian. Mereka menemukan bahwa tikus yang lebih fokus memiliki kadar gen Homer1 lebih rendah di bagian otak yang mengatur perhatian.
Penelitian lebih lanjut menunjukkan efek itu berasal dari dua versi pendek gen. Mengurangi kedua versi itu pada tikus muda membuat mereka lebih cepat dan lebih fokus dalam tes. Perubahan yang sama pada tikus dewasa tidak memberi efek. Temuan ini terbit di Nature Neuroscience dan dipimpin oleh seorang peneliti dari Rockefeller University.
Kata-kata sulit
- memindai — memeriksa bagian demi bagian secara sistematis
- genom — seluruh materi genetik dalam sel
- garis keturunan — kelompok hewan atau orang dari satu keluarga
- kadar — jumlah atau tingkat sesuatu dalam tubuh
- mengatur — mengendalikan atau menentukan cara kerja sesuatu
- mengurangi — membuat jumlah atau tingkat menjadi lebih kecil
- temuan — hasil penelitian atau penemuan baru
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu peneliti memakai tikus dari beberapa garis keturunan?
- Apa perbedaan efek pengurangan gen pada tikus muda dan tikus dewasa menurut teks?
- Bagaimana menurutmu temuan ini bisa membantu penelitian di masa depan?
Artikel terkait
Kebakaran Los Angeles Januari 2025 dan Lonjakan Kunjungan Kesehatan Virtual
Penelitian menunjukkan kebakaran hutan di Los Angeles pada Januari 2025 menurunkan kualitas udara dan meningkatkan kunjungan kesehatan virtual, terutama untuk masalah pernapasan dan kardiovaskular. Data berasal dari 3,7 juta anggota Kaiser Permanente.
Studi: Petunjuk PHQ Membuat Hasil Skrining Tidak Konsisten
Penelitian menemukan petunjuk pada Patient Health Questionnaire (PHQ) sering diartikan berbeda oleh peserta. Para peneliti menyarankan memisahkan pertanyaan tentang frekuensi gejala dan tingkat gangguan untuk memperbaiki penilaian.
Sensor Protein Baru Membuat Aktivitas Molekuler Terlihat oleh MRI
Peneliti di UC Santa Barbara mengembangkan sensor protein yang dikodekan secara genetik untuk membuat aktivitas molekuler terlihat lewat MRI. Sistem modular ini, bernama MAPPER, berpotensi membantu studi kanker, neurodegenerasi, dan peradangan.