Sebuah tim peneliti mempelajari otak beberapa karnivora laut dan anjing untuk mencari penjelasan tentang fleksibilitas vokal. Studi ini menggunakan pencitraan resonansi magnetik difusi pada otak postmortem untuk melihat jalur saraf yang terlibat dalam kontrol suara.
Metode ini memungkinkan tim untuk memetakan wilayah otak yang berhubungan dengan produksi suara. Mereka membandingkan coyote dengan tiga spesies pinniped: California sea lion, harbor seal, dan northern elephant seal. Otak berasal dari hewan liar yang mati secara alami atau disuntik mati karena cedera, serta beberapa contoh dari fasilitas USDA.
Temuan utama menunjukkan jalur berbeda antara kelompok tersebut. Pada coyote, mid-brain yang mengatur perilaku otomatis terhubung ke sel-sel batang otak yang menggerakkan otot vokal. Pada pinniped ada jalur langsung dari korteks motor vokal ke batang otak yang melewati mid-brain, sebuah jalur yang dapat mendukung kontrol sadar dan pembelajaran vokal. Harbor seal menunjukkan koneksi auditori-vokal yang kuat, pola yang serupa dengan burung nuri dan manusia, dan beberapa anjing laut pernah ditunjukkan meniru suara manusia.
Kata-kata sulit
- fleksibilitas — kemampuan mengubah atau menyesuaikan suarafleksibilitas vokal
- pencitraan — cara membuat gambar bagian dalam tubuhpencitraan resonansi magnetik difusi
- postmortem — setelah kematian biasanya pemeriksaan pada tubuh
- jalur — rute yang dilalui oleh sinyal sarafjalur berbeda, jalur langsung
- korteks — lapisan luar otak yang mengatur fungsikorteks motor vokal
- pembelajaran — proses belajar keterampilan baru melalui latihanpembelajaran vokal
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda jalur otak yang mendukung kontrol sadar bisa membantu hewan belajar suara baru?
- Pernahkah Anda melihat atau mendengar hewan meniru suara manusia? Ceritakan singkat pengalaman itu.
- Mengapa peneliti memilih memeriksa otak postmortem untuk memetakan jalur saraf menurut Anda?
Artikel terkait
Pengurangan Polusi di Asia Timur Mempercepat Pemanasan Global
Studi baru menghubungkan berkurangnya polusi aerosol di Asia Timur, terutama China, dengan percepatan pemanasan permukaan global sejak sekitar 2010. Penelitian dan laporan cuaca menunjukkan dampak regional dan kebutuhan dana untuk adaptasi.