- Sistem kekebalan ada di usus setiap hari.
- Usus bertemu banyak zat asing dari makanan.
- Tubuh membuat antibodi khusus bernama IgA untuk perlindungan.
- IgA membuat lapisan pelindung di mukosa usus.
- Lapisan itu menjebak kuman dan menonaktifkannya.
- Peneliti menemukan dua jalur berbeda untuk membuat IgA.
- Sebagian IgA dibuat cepat tanpa pusat khusus di jaringan.
- IgA dari pusat khusus muncul setelah waktu tertentu.
- Kedua jalur memberi perlindungan terhadap kuman di usus.
- Temuan ini membantu pengembangan vaksin untuk penyakit usus.
Kata-kata sulit
- kekebalan — kemampuan tubuh melawan penyakit atau kuman
- antibodi — protein tubuh yang melawan kuman atau virus
- mukosa — lapisan tipis di dalam saluran pencernaan
- menonaktifkan — membuat sesuatu tidak aktif atau tidak berbahayamenonaktifkannya
- jalur — cara atau rute untuk proses biologis
- vaksin — obat yang memberi perlindungan terhadap penyakit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah sakit perut?
- Apakah kamu sudah menerima vaksin?
- Apa yang kamu makan untuk menjaga usus sehat?
Artikel terkait
Pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" pada olahraga
Peneliti menemukan bahwa pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" membuat orang meninggalkan rencana olahraga. Studi ini mengidentifikasi empat unsur pola pikir itu dan memberi saran berpikir ulang agar orang lebih konsisten berolahraga.
Pelatihan Kecepatan Kognitif Kurangi Risiko Demensia
Peserta lansia yang menyelesaikan pelatihan kecepatan kognitif dan beberapa sesi penguat memiliki kemungkinan lebih kecil didiagnosis demensia sampai dua dekade kemudian. Temuan ini berasal dari uji klinis jangka panjang pada orang dewasa lanjut usia.
Bagaimana orang dengan gangguan penglihatan menilai kedatangan mobil
Studi baru menguji bagaimana orang dengan degenerasi makula terkait usia (AMD) menilai waktu kedatangan kendaraan menggunakan realitas virtual dan suara mobil. Hasilnya: peserta AMD sangat mirip dengan orang berpenglihatan normal dan tidak hanya mengandalkan suara.