Monte Sierpe adalah garis lubang sepanjang 1.5 kilometer di selatan Peru. Situs itu terdiri dari lebih dari 5,200 lubang, masing-masing berdiameter satu sampai dua meter dan kedalaman hingga satu meter. Foto udara pertama muncul pada 1933 di National Geographic.
Studi yang diterbitkan bulan ini menggabungkan analisis sedimen dan fotografi drone. Para peneliti menemukan jejak jagung dan tanaman liar pada sedimen lubang. Gambar drone menunjukkan barisan tersegmen dan pola matematis. Peneliti menyimpulkan situs ini kemungkinan berfungsi sebagai sistem pencatatan dan tempat pertukaran barang, dan pernah dipakai oleh Chincha sebelum diadaptasi oleh Kekaisaran Inca.
Kata-kata sulit
- penelitian — Aktivitas untuk mencari tahu informasi.
- digali — Dibuat dengan menggali tanah.
- pertukaran — Proses saling menukar barang.
- kelompok — Sekumpulan orang atau benda yang sama.
- pola — Susunan atau bentuk yang teratur.
- tujuan — Alasan atau maksud di balik sesuatu.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa Anda pikir kelompok Indígena menggunakan lubang-lubang ini?
- Apa manfaat dari penelitian seperti ini?
- Bagaimana penelitian ini dapat membantu kita memahami sejarah?
Artikel terkait
Ketidaksetaraan dan cara menghentikan pandemi
Matthew M. Kavanagh mengatakan ketidaksetaraan membuat masyarakat lebih rentan dan memperdalam pandemi. Ia mengusulkan perubahan pada pembiayaan, teknologi, dan kebijakan sosial, termasuk penghentian sementara utang dan pabrik regional untuk produksi vaksin.
Model Fisika Baru untuk Meningkatkan Ketajaman MRI
Peneliti di Rice University dan Oak Ridge National Laboratory mengembangkan model fisika baru yang menghubungkan gerak molekul dengan sinyal MRI klinis. Studi ini menjelaskan relaksasi NMR dalam cairan dan diuji pada frekuensi MRI klinis.
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.