- Peneliti mencari pemanis baru yang rasa seperti gula alami.
- Mereka menemukan gula langka yang disebut tagatose alami sedikit.
- Tagatose ada sedikit di susu dan produk olahan yogurt.
- Para peneliti menggunakan bakteri untuk memproduksi tagatose dari glukosa.
- Mereka memasukkan enzim baru dari jamur lendir ke bakteri.
- Proses ini menghasilkan tagatose lebih efisien daripada cara lama.
- Tagatose manis seperti gula tetapi mengandung kalori jauh lebih sedikit.
- Tagatose dapat menggantikan gula dalam resep dan memberi tekstur.
Kata-kata sulit
- peneliti — Orang yang melakukan studi atau percobaan ilmu
- pemanis — Zat yang memberi rasa manis pada makanan
- bakteri — Organisme kecil yang hidup di banyak tempat
- enzim — Protein yang membantu reaksi kimia dalam sel
- efisien — Melakukan sesuatu dengan hasil lebih baik dan cepat
- kalori — Ukuran energi makanan yang dimakan tubuh kita
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu suka makanan manis?
- Pernahkah kamu makan yogurt?
- Apakah kamu mau mencoba pemanis rendah kalori?
Artikel terkait
Kolera 2024: Penyebaran, Penyebab, dan Upaya Pengendalian
Kolera menyebar lewat air tercemar dan tetap menjadi ancaman karena konflik, perubahan iklim, dan sistem kesehatan yang runtuh. Pada 2024 dilaporkan 560,823 kasus dan 6,028 kematian; WHO menargetkan pengurangan lewat pencegahan dan vaksin.
Metode Ultrasound Baru Bantu Bedakan Kista dan Massa
Peneliti mengembangkan pemrosesan sinyal ultrasound yang membedakan massa berisi cairan dan massa padat lebih akurat. Uji awal menunjukkan deteksi benar 96% dibanding 67% dengan alat konvensional; penelitian dari Johns Hopkins ini didanai federal.
Kekhawatiran tentang Polisi dan Risiko Jantung pada Perempuan Kulit Hitam
Studi menemukan hubungan antara kekhawatiran tentang kebrutalan polisi—terutama khawatir soal anak—dengan penanda risiko kardiovaskular pada perempuan kulit hitam di Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan pengukuran ketebalan intima-media karotis sebagai indikator risiko.