- Sebuah studi menguji kapan kendaraan akan tiba.
- Peserta adalah orang dengan gangguan penglihatan usia lanjut.
- Tim dibandingkan dengan orang berpenglihatan normal.
- Mereka memakai realitas virtual dan suara mobil realistis.
- Peserta melihat, mendengar, atau melihat dan mendengar.
- Lalu mereka menekan tombol saat kendaraan dekat.
- Orang dengan gangguan penglihatan tetap pakai informasi visual.
- Kendaraan keras dinilai akan tiba lebih cepat.
- Kendaraan besar juga dinilai tiba lebih cepat.
- Hasil penting untuk keselamatan dan rehabilitasi mobilitas.
Kata-kata sulit
- studi — penelitian untuk mengetahui sesuatu secara ilmiah
- kendaraan — alat atau mesin untuk membawa orang atau barang
- gangguan penglihatan — masalah pada mata sehingga orang susah melihat
- realitas virtual — teknologi yang membuat dunia buatan terlihat nyata
- menilai — memberi penilaian atau mengatakan nilai sesuatudinilai
- keselamatan — keadaan tanpa bahaya untuk orang atau benda
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah Anda mencoba realitas virtual?
- Saat menyeberang jalan, Anda lebih percaya melihat atau mendengar?
Artikel terkait
Starter Sourdough Bantu Peneliti Pahami Koeksistensi Mikroba
Peneliti dari Tufts University memakai starter sourdough untuk mempelajari bagaimana mikroba hidup bersama. Mereka membuat model dari pengukuran pertumbuhan dan memperbaikinya dengan memasukkan siklus pemberian makan starter.
Peralihan Cepat ke Pembelajaran Daring dan Dampaknya pada Mahasiswa China
Studi tentang peralihan mendadak ke pembelajaran daring selama lockdown COVID-19 2020 di China membandingkan nilai mahasiswa sebelum dan selama lockdown. Hasil: nilai matematika naik, mata diskusi kurang untung, dan kebijakan lockdown memengaruhi hasil belajar.
Ilmuwan Afrika Selatan Pantau Kualitas Udara Waktu Nyata dengan Metode Fisika Partikel
Ilmuwan di Afrika Selatan mengadaptasi metode fisika partikel untuk sistem AI_r yang memantau kualitas udara waktu nyata menggunakan sensor murah, IoT, dan kecerdasan buatan. Proyek memasang 500 sensor di Sedibeng tahun depan dan mendapat dukungan internasional.