Para peneliti di Johns Hopkins mengembangkan sistem kecerdasan buatan yang membimbing mahasiswa kedokteran ketika mereka berlatih tugas bedah dasar, seperti menjahit luka. Sistem ini dilatih dengan video para ahli dan juga rekaman gerakan tangan saat sayatan ditutup, sehingga AI dapat menilai teknik secara rinci.
AI tersebut bekerja dengan memberikan umpan balik cepat dan dipersonalisasi. Setelah latihan, mahasiswa menerima pesan teks yang membandingkan gerakan mereka dengan gerakan ahli dan menunjuk perubahan spesifik untuk memperbaiki teknik. Tujuannya adalah menggantikan proses yang memakan banyak tenaga, di mana dokter pengawas harus menonton latihan dan memberi umpan balik rinci.
Untuk menguji pendekatan ini, para peneliti menjalankan studi acak dengan 12 mahasiswa yang sudah memiliki beberapa pengalaman menjahit luka. Satu kelompok menerima umpan balik AI langsung, sementara kelompok lain belajar dari rekaman video ahli sebelum berlatih lagi. Hasil menunjukkan mahasiswa dengan dasar yang kuat belajar lebih cepat dengan AI, sedangkan pemula menunjukkan manfaat yang lebih kecil. Tim berencana menyempurnakan model dan membuat versi yang bisa dipakai di rumah.
Kata-kata sulit
- keterampilan — Kemampuan atau keahlian dalam melakukan sesuatu.
- umpan — Sesuatu yang diberikan untuk membantu atau memberi informasi.
- kemajuan — Perkembangan atau peningkatan dalam suatu bidang.
- pengalaman — Apa yang seseorang alami atau rasakan.
- meningkat — Bertambah baik atau lebih besar dari sebelumnya.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting untuk meningkatkan keterampilan bedah mahasiswa?
- Bagaimana teknologi bisa membantu dalam pendidikan kedokteran?
- Apa dampak penggunaan AI terhadap cara belajar mahasiswa?
Artikel terkait
Peneliti Pakai Pola Kelompok Burung untuk Kurangi Halusinasi AI
Peneliti mengembangkan langkah pra-proses yang menata kalimat seperti kelompok burung sebelum AI membuat ringkasan. Cara ini mengurangi kesalahan fakta pada ringkasan, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko halusinasi.
Kota Asia Atasi Kemacetan dengan Transportasi Bersih
Kemacetan di banyak kota Asia menaikkan polusi dan merugikan ekonomi. Beberapa kota, seperti New Delhi, Bangkok, Filipina, dan Jakarta, memperluas metro, menambah bus listrik, dan menerapkan kebijakan parkir untuk mengurangi lalu lintas.
Pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" pada olahraga
Peneliti menemukan bahwa pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" membuat orang meninggalkan rencana olahraga. Studi ini mengidentifikasi empat unsur pola pikir itu dan memberi saran berpikir ulang agar orang lebih konsisten berolahraga.
Pembakaran plastik untuk bahan bakar di kota berpendapatan rendah dan menengah
Sebuah studi di 26 negara menemukan pembakaran limbah plastik sebagai bahan bakar rumah tangga umum di kota-kota berpendapatan rendah dan menengah. Peneliti menjelaskan penyebab, risiko kesehatan, dan solusi yang diusulkan oleh peserta.