Saat kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku, laporan SciDev.Net yang meninjau periode sejak Oktober 2023 merekam gambaran luas kerusakan sekaligus kreativitas lokal. Pasokan air, listrik, dan bahan bakar diputus dan pos pemeriksaan untuk truk bantuan ditutup, sehingga keluarga tidur di halaman rumah sakit tanpa layanan dasar. Banyak pengungsi hanya punya makanan kaleng. Lebih dari 2 juta penduduk kekurangan kebutuhan dasar hidup, dan PBB mengklasifikasikan situasi itu sebagai kelaparan, dengan lebih dari setengah juta orang menghadapi ancaman kelaparan.
Di sisi lain, ada inisiatif pragmatis: penggunaan kembali panel surya dan baterai daur ulang untuk menyalakan peralatan, konversi plastik menjadi bahan bakar meski membawa risiko lingkungan dan kesehatan, serta proyek desalinasi skala kecil yang membantu menyediakan air bersih berkat tenaga lokal seperti Adi Al-Daghma. Upaya perlindungan biodiversitas juga terlihat ketika Palestinian Union of Agricultural Work Committees mengirim sampel benih asli ke Svalbard Global Seed Vault di Norwegia.
- Pemanfaatan panel surya dan baterai daur ulang
- Konversi sampah plastik menjadi bahan bakar
- Proyek desalinasi dan penyimpanan benih
Pertanian rusak parah—citra satelit dua bulan setelah perang menunjukkan lahan berubah menjadi tandus dan lebih dari 50.000 petani kehilangan mata pencaharian. Para ahli memperingatkan pemulihan tanah bisa memakan waktu lima sampai tujuh tahun jika bantuan internasional tiba. Dalam sektor kesehatan, rumah sakit rusak dan terjadi wabah hepatitis A serta diare, sementara diagnostik dan antibiotik menipis. Pendidikan dan riset juga terpukul: lebih dari 90 persen sekolah rusak atau hancur, lebih dari 625.000 siswa terhenti, dan lebih dari 100 staf senior universitas tewas. Meski demikian, mahasiswa dan peneliti terus bekerja di tenda dan tempat penampungan sering tanpa listrik atau internet, dan inisiatif solidaritas di luar Gaza, seperti proyek Mothers of Hind, berusaha mendukung mereka. Sekarang perhatian bergeser pada distribusi bantuan dan rekonstruksi, serta peran sains, kreativitas, dan tekad dalam membangun kembali kehidupan.
Kata-kata sulit
- gencatan senjata — perhentian sementara pertikaian bersenjata
- desalinasi — menghilangkan garam dari air laut
- kelaparan — kondisi tidak cukup makanan untuk bertahan hidup
- pemulihan — proses mengembalikan kondisi sebelumnya atau sehat
- mata pencaharian — cara orang memperoleh pendapatan atau hidup
- daur ulang — mengolah kembali barang untuk digunakan lagi
- biodiversitas — keanekaragaman jenis makhluk hidup di alam
- diagnostik — proses atau alat untuk menemukan penyakit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana inisiatif lokal seperti panel surya, daur ulang baterai, dan desalinasi dapat membantu kehidupan sehari-hari selama krisis? Berikan contoh praktis.
- Apa tantangan utama dalam memulihkan pertanian setelah konflik berdasarkan teks, dan mengapa bantuan internasional penting?
- Teks menyebutkan peran sains, kreativitas, dan solidaritas. Menurut Anda, bagaimana ketiga hal itu bisa saling melengkapi dalam proses rekonstruksi?
Artikel terkait
Beras Joha dari India Menunjukkan Potensi Melawan Diabetes
Penelitian di India menemukan bahwa beras harum tradisional Joha dapat menurunkan kadar gula dan melindungi jantung pada uji laboratorium dan percobaan pada tikus. Para peneliti mendorong promosi dan kebijakan untuk mendukung penanaman Joha.
Model Fisika Baru untuk Meningkatkan Ketajaman MRI
Peneliti di Rice University dan Oak Ridge National Laboratory mengembangkan model fisika baru yang menghubungkan gerak molekul dengan sinyal MRI klinis. Studi ini menjelaskan relaksasi NMR dalam cairan dan diuji pada frekuensi MRI klinis.
Kecerdasan Buatan untuk Kesehatan Seksual di Amerika Latin
Kelompok riset dan organisasi di Amerika Latin memakai kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi. Proyek di Peru dan Argentina menjangkau remaja, komunitas adat, dan orang transgender, serta menyorot risiko bias.
WISE dan Perjuangan Perempuan Nigeria untuk Keadilan Iklim
WISE dari Nigeria terus memengaruhi debat keadilan iklim meski tidak hadir di COP30. Organisasi ini bekerja dengan perempuan akar rumput, mengorganisir aksi, diskusi tentang banjir, dan memberi rekomendasi untuk kebijakan dan ketahanan.