LingVo.club
Level
Kapan Anak Siap Punya Ponsel? Pilihan Telepon Rumah — Level A2 — Portrait of a nonbinary autistic person using their mobile phone indoors

Kapan Anak Siap Punya Ponsel? Pilihan Telepon RumahCEFR A2

15 Des 2025

Diadaptasi dari Margaret Ashburn-Virginia Tech, Futurity CC BY 4.0

Foto oleh Hiki App, Unsplash

Level A2 – Dasar / Elementer
2 mnt
118 kata

Banyak orang tua bertanya kapan anak boleh punya ponsel. Ahli dari Virginia Tech mengatakan masa SMP, sekitar usia 12 atau 13 tahun, sering kali menjadi waktu ketika anak lebih siap. Pada usia itu anak mulai menjaga pertemanan dan ikut kegiatan setelah sekolah. Para ahli juga memperingatkan bahwa terlalu banyak waktu layar dikaitkan dengan kecemasan, depresi, rendahnya harga diri, gangguan tidur, dan perhatian yang lebih pendek.

Beberapa keluarga memilih telepon rumah karena membantu percakapan lisan dan keterampilan mendengarkan. Telepon rumah tidak memiliki media sosial atau aplikasi. Ahli menyarankan jangan melarang teknologi sepenuhnya, tetapi bicarakan penggunaan teknologi dan buat aturan. Sebelum memberi ponsel, tanyakan apakah ada kebutuhan praktis, apakah anak bertanggung jawab, dan apakah ia bisa mengatur waktu layar sendiri.

Kata-kata sulit

  • masaperiode umur atau waktu tertentu dalam hidup
    masa SMP
  • kecemasanperasaan cemas atau khawatir yang kuat
  • harga diriperasaan tentang nilai diri sendiri
  • gangguan tidurmasalah saat tidur atau sulit tidur
  • telepon rumahtelepon tetap di rumah bukan ponsel
  • bertanggung jawabmemenuhi tugas dan dapat dipercaya
  • waktu layarlama memakai ponsel atau layar elektronik

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Apakah kamu setuju anak boleh punya ponsel di masa SMP? Mengapa?
  • Bagaimana orang tua bisa membantu anak mengatur waktu layar setiap hari?

Artikel terkait

Membuat Sains Menarik untuk Semua — Level A2
2 Des 2024

Membuat Sains Menarik untuk Semua

Acara yang memadukan eksperimen, ceramah, dan kegiatan praktik dapat membuat sains lebih menarik bagi anak-anak dan orang dewasa. Penyelenggara mengukur keberhasilan, menghadapi tantangan dana dan akses, serta berupaya memperluas jangkauan.