- Moon adalah seorang guru dari Karen State di Myanmar.
- Dia juga pencerita yang menggunakan cerita untuk mengajar.
- Ia mulai mengajar pada 2014 di Kawkarate District.
- Pada 2018 ia menjadi kepala sekolah pelaksana.
- Saat kudeta 2021 ia ikut protes jalanan.
- Ia melarikan diri ke Lay Kay Kaw lalu seberang batas.
- Di Mae Sot ia belajar bahasa Thailand dan media.
- Ia ingin kembali dan membuka kedai buku kecil keluarga.
- Ia terus mengajar meski hidup sulit.
Kata-kata sulit
- guru — Orang yang mengajar orang lain.
- mengajar — Memberi pelajaran kepada siswa.
- siswa — Orang yang belajar di sekolah.
- sistem — Cara atau metode dalam organisasi.
- diasingkan — Menjauhkan seseorang dari tempatnya.
- keselamatan — Keadaan aman dari bahaya.keselamatannya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu penting bagi siswa untuk berpikir?
- Apa pendapatmu tentang protes di sekolah?
- Bagaimana sistem pendidikan bisa diperbaiki?
Artikel terkait
Protes di Madagascar Menyusul Pemadaman Listrik dan Krisis Air
Pemadaman listrik dan pemotongan air di seluruh Madagascar memicu protes Generasi Z pada akhir September 2025. Unjuk rasa berlangsung di Antananarivo, berujung bentrokan, penjarahan, korban jiwa, dan pemberhentian menteri energi.
Warga Mile Four Bamenda Beralih ke Tenaga Surya karena Pemadaman Listrik
Pemadaman listrik panjang dan tidak menentu di Mile Four, Bamenda mendorong warga mencari solusi lokal. Mereka mengumpulkan dana untuk trafo komunitas dan banyak memasang sistem surya terdesentralisasi untuk kebutuhan rumah tangga dan layanan publik.
Membaca untuk Kesenangan Menurun di AS
Di Amerika Serikat, kebiasaan membaca untuk kesenangan turun pada anak dan orang dewasa. Peneliti dari University of Miami menyebut media sosial, permainan, dan keterbatasan akses buku sebagai penyebab dan memberi saran praktis untuk mendorong membaca.
Kekerasan Digital terhadap Jurnalis dan Aktivis Perempuan
Kekerasan digital terhadap jurnalis dan aktivis perempuan di Indonesia semakin terlihat dalam lima tahun terakhir. Serangan online meliputi doxing, manipulasi foto, peretasan dan DDoS; korban melaporkan perlindungan kelembagaan yang terbatas.