Ana María Cetto, seorang fisikawan Meksiko dan profesor penelitian, lama berkampanye untuk sains terbuka. Bulan lalu ia ditunjuk sebagai ketua Komite Pengarah Sains Terbuka UNESCO. Dalam wawancara, Cetto memperingatkan proses privatisasi ilmu pengetahuan: beberapa penerbit mengenakan biaya untuk menerbitkan sekaligus biaya untuk mengakses artikel. Model bisnis seperti itu membatasi akses terhadap pengetahuan dan memusatkan manfaat pada negara-negara yang kuat.
Cetto mendorong solusi regional dan kebijakan publik yang menjaga pengetahuan ilmiah sebagai barang publik. Ia memimpin Latindex, yang menyediakan lebih dari 26,000 jurnal dari Amerika Latin, Karibia, Spanyol, dan Portugal secara gratis. Latindex dimulai pada 1996 dan bertujuan mendukung akses terbuka, multibahasa, serta melindungi publikasi berbahasa Spanyol dan Portugis.
Inisiatif lain menunjukkan langkah serupa. CLACSO menyelenggarakan pertemuan untuk membahas sistem evaluasi yang memberi tekanan pada peneliti agar mempublikasikan di jurnal tertentu. Layanan pengindeksan seperti Redalyc dan Scielo membantu menyebarkan konsep akses terbuka dan membangun sistem untuk sains terbuka. Cetto juga menunjuk tantangan khusus bagi Amerika Latin, termasuk kebutuhan investasi infrastruktur, dan mengatakan pemerintah yang menandatangani rekomendasi UNESCO kini harus mengubah pernyataan menjadi tindakan.
- Latindex: akses gratis untuk jurnal regional
- CLACSO: pertemuan tentang evaluasi dan tekanan publikasi
- Redalyc dan Scielo: pengindeksan dan penyebaran akses terbuka
Ia menekankan bahwa sains terbuka harus melampaui publikasi ilmiah dan memasukkan sistem pengetahuan lain serta sektor masyarakat. Membangun dialog efektif dengan komunitas yang memegang pengetahuan tetapi tidak bagian dari sains formal akan sulit namun perlu. Catatan: video terkait wawancara diedit pada 13 February 2023. Liputan ini diproduksi oleh SciDev.Net’s Latin America & Caribbean desk.
Kata-kata sulit
- privatisasi — perubahan kepemilikan menjadi milik swasta
- akses terbuka — akses gratis dan bebas untuk publikasi ilmiah
- kebijakan publik — aturan atau keputusan pemerintah untuk kepentingan umum
- pengindeksan — penyusunan daftar sumber untuk mempermudah pencarian
- infrastruktur — sarana dan fasilitas yang mendukung kegiatan atau layanan
- barang publik — sesuatu yang dapat dinikmati semua orang bersama
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana solusi regional seperti Latindex dan layanan pengindeksan membantu mengurangi dampak privatisasi ilmu pengetahuan?
- Menurut teks, tantangan apa yang paling penting untuk Amerika Latin dalam mewujudkan sains terbuka? Jelaskan dengan contoh.
- Mengapa penting melibatkan komunitas non-formal yang memegang pengetahuan dalam upaya sains terbuka, dan bagaimana dialog itu bisa dimulai?
Artikel terkait
Mahasiswa Maroko Memilih China karena Tekanan Ekonomi
Banyak mahasiswa Maroko pergi belajar ke China karena kondisi ekonomi dan sosial di dalam negeri. Pengangguran tinggi, gaji rendah, peran media sosial dan agen pendidikan mendorong tren ini, sementara masalah visa dan praktik agen tetap mengkhawatirkan.
Pemimpin Sains Afrika Mendesak Investasi untuk Inovasi Medis
Para pemimpin sains Afrika menyerukan pembangunan dan pembiayaan inovasi medis di benua itu untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi ketergantungan pada dana internasional yang tidak pasti. Mereka juga merekomendasikan reformasi kebijakan dan investasi nasional untuk riset dan pengembangan.
Kurangnya Bukti Ilmiah Hambat Kebijakan Afrika
Lise Korsten dari African Academy of Sciences mengatakan sedikitnya bukti ilmiah yang dihasilkan di Afrika menghambat pembuatan kebijakan dan membuat benua itu lemah dalam perdagangan. AAS membangun jaringan dan program diplomasi sains untuk mengatasi masalah ini.