Mahasiswa Maroko Memilih China karena Tekanan EkonomiCEFR A2
13 Nov 2025
Diadaptasi dari Guest Contributor, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Matthew Stephenson, Unsplash
Banyak mahasiswa Maroko memilih studi di China karena tekanan ekonomi dan sosial di dalam negeri. Pengangguran untuk usia 15 sampai 24 tahun mencapai 39.5 persen pada paruh pertama 2025, dan gaji awal rata-rata hanya MAD 4,959 (USD 550) per bulan. Di kota besar seperti Casablanca dan Rabat, biaya sewa sering membuat penghasilan itu tidak cukup untuk kebutuhan dasar.
Protes anak muda yang dimulai pada 27 September menuntut reformasi di bidang ketenagakerjaan, kesehatan, dan pendidikan. Media sosial dan pembuat konten, serta agen pendidikan di kota seperti Casablanca, Rabat dan Marrakesh, membantu menyebarkan informasi tentang studi di China. Beberapa siswa melapor hasil baik, tetapi ada juga laporan penipuan oleh agen.
Kata-kata sulit
- mahasiswa — Pelajar di perguruan tinggi atau universitas.mahasiswa Afrika, mahasiswa juga
- hidup — Kondisi atau cara seseorang untuk hidup.kebutuhan hidup
- peluang — Kesempatan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.peluang kerja
- biaya — Uang yang perlu dikeluarkan untuk sesuatu.biaya yang tinggi
- pendidikan — Proses belajar untuk mendapatkan pengetahuan.pendidikan tinggi, pendidikan di China
- tekanan — Hal yang membuat seseorang merasa tertekan.tekanan ekonomi
- hidup mandiri — Mampu mengurus diri sendiri tanpa bantuan orang lain.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa pendapatmu tentang pendidikan di negara lain?
- Mengapa mahasiswa berusaha mencari pendidikan yang lebih murah?
- Bagaimana pengaruh pendidikan luar negeri terhadap kehidupan mahasiswa?
Artikel terkait
Uzbekistan Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Energi dengan Investor China
Uzbekistan memulai pembangunan fasilitas pengubah limbah menjadi energi bersama perusahaan China pada Juli. Dua fasilitas pertama di Andijan dan Samarkand masing-masing bakar 1,500 ton per hari dan hasilkan 240 million kWh listrik, tetapi ada kekhawatiran transparansi dan kesehatan.
Media sosial dan jaringan keluarga pedesaan saat anak kuliah
Penelitian membandingkan mahasiswa pedesaan yang pergi ke universitas dan orang tua yang tinggal di kampung untuk melihat bagaimana media sosial mengubah keberagaman jaringan dan sikap toleransi. Hasil menunjukkan efek umum positif, tapi berbagi platform memberi dampak berbeda pada mahasiswa dan orang tua.
Kesenjangan Pendidikan dan Akses Digital di Chiapas
Di dataran tinggi Chiapas, kemiskinan, tuna aksara, dan akses internet yang rendah membatasi peluang pendidikan bagi perempuan muda. Beberapa program seperti Low‑Tech dan Tecnolochicas menunjukkan kemajuan, tetapi dukungan jangka panjang masih diperlukan.