Peneliti membandingkan mahasiswa dari daerah pedesaan yang pergi ke universitas dan salah satu orang tua mereka yang tinggal di rumah. Peserta tercatat di satu universitas negeri besar di Midwest dan diidentifikasi sebagai dari pedesaan berdasarkan kode pos saat pendaftaran. Mahasiswa dan orang tua mengisi survei tentang keberagaman jaringan pribadi, penggunaan media sosial, dan toleransi sosial.
Hasil menunjukkan bahwa berkuliah terkait dengan kenalan yang lebih beragam dan tingkat toleransi yang lebih tinggi. Penggunaan media sosial umumnya berhubungan dengan jaringan yang lebih luas dan penerimaan lebih besar terhadap orang yang berbeda. Namun ketika mahasiswa dan orang tua menggunakan platform yang sama, pola menjadi lebih kompleks: beberapa mahasiswa memiliki jaringan kurang beragam, sedangkan orang tua yang berbagi platform justru menunjukkan jaringan yang lebih beragam. Para peneliti mengatakan dampak jangka panjang masih belum diketahui.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan penelitian atau studi
- membandingkan — melihat persamaan dan perbedaan antara
- keberagaman — keadaan mempunyai banyak variasi atau jenis
- jaringan — hubungan atau koneksi antar orangjaringan pribadi
- toleransi — sikap menerima orang berbeda atau pendapattoleransi sosial, tingkat toleransi
- survei — kuesioner atau pertanyaan untuk data
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu setuju bahwa berkuliah bisa membuat orang lebih toleran? Mengapa?
- Bagaimana pengalamanmu dengan media sosial mempengaruhi jaringan teman atau kenalanmu?
Artikel terkait
AI Membimbing Mahasiswa Bedah Saat Latihan Menjahit Luka
Para peneliti di Johns Hopkins mengembangkan AI yang menilai dan memberi umpan balik personal pada mahasiswa kedokteran saat berlatih menjahit luka. Studi acak dengan 12 mahasiswa menunjukkan manfaat terbesar bagi yang sudah punya dasar bedah.
Pengemis Anak di Sahel Tengah
Kemiskinan dan ketidakamanan di Sahel Tengah membuat banyak anak mengemis di kota-kota besar seperti Niamey, Bamako dan Ouagadougou. Laporan dan organisasi lokal menunjukkan eksploitasi, keterlibatan sekolah Al-Quran, dan respons yang belum memadai dari pemerintah.