Mamokgethi Phakeng adalah matematikawan dari Afrika Selatan yang bekerja di dunia universitas. Ia menjadi perempuan kulit hitam pertama yang meraih gelar doktor dalam pendidikan matematika pada 2002. Pada Juli 2018 ia memulai masa jabatan sebagai vice-chancellor University of Cape Town.
Phakeng menerima beberapa penghargaan. Pada 2016 ia dianugerahi Order of the Baobab (Silver). Universitas Bristol memberi gelar doktor ilmu pengetahuan kepadanya pada 2019 dan pada Oktober 2021 mengangkatnya sebagai Illustrious Visiting Professor pertama. Dalam peran itu ia akan berinteraksi dengan komunitas akademik, memberi kuliah umum, dan membantu memperkuat hubungan riset dan pendidikan antara kedua universitas.
Sejak sekolah ia sudah tertarik pada matematika. Ia menyarankan anak perempuan untuk percaya dan berlatih setiap hari.
Kata-kata sulit
- matematikawan — orang yang ahli dalam ilmu matematika
- penghargaan — sesuatu yang diberikan untuk menghormati prestasi
- gelar doktor — judul akademik tertinggi setelah studi lanjutan
- masa jabatan — periode waktu seseorang menjabat pada posisi
- berinteraksi — saling melakukan komunikasi atau kegiatan bersama
- riset — kegiatan mencari dan meneliti ilmu baru
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa pendapatmu tentang saran Phakeng agar anak perempuan percaya dan berlatih setiap hari? Jelaskan singkat.
- Bagaimana menurutmu peran seorang profesor tamu yang berinteraksi dengan komunitas akademik?
Artikel terkait
Orang tua, organisasi Yunani, dan minum berlebihan di mahasiswa
Studi di jurnal Behavioral Sciences menemukan orang tua yang lebih membolehkan minum terkait dengan mahasiswa yang bergabung dengan fraternity atau sorority dan risiko minum berlebihan. Peneliti menyarankan program pengasuhan dan percakapan tentang risiko.
Pria Muda di Korea Selatan Beralih ke Kanan
Survei dan hasil pemilu menunjukkan banyak pria muda di Korea Selatan berpindah ke kanan politik, menciptakan kesenjangan gender besar soal feminisme, redistribusi, dan imigrasi. Meski begitu, sebagian besar pria muda tetap mematuhi aturan politik.