- Di kelas kecil sering ada lelucon singkat dari pengajar.
- Beberapa pengajar membuat lelucon untuk membuat suasana lebih santai.
- Siswa di kelas itu mendengar lelucon dan mengisi survei.
- Perasaan siswa tentang mata kuliah berubah karena humor kadang.
- Jika siswa menganggap pengajar lucu, mereka merasa lebih positif.
- Emosi positif membuat siswa lebih mau ikut diskusi kelas.
- Beberapa lelucon bersifat merendahkan diri atau tentang peralatan kelas.
- Namun humor itu subjektif dan tidak selalu diterima baik.
Kata-kata sulit
- lelucon — Cerita atau kata-kata untuk membuat orang tertawa
- pengajar — Orang yang mengajar di kelas
- survei — Pertanyaan tertulis untuk tahu pendapat orang
- suasana — Keadaan atau perasaan di suatu tempat
- emosi — Perasaan seperti senang atau sedih
- subjektif — Bergantung pada pandangan atau pendapat pribadi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah guru Anda sering membuat lelucon?
- Apakah Anda suka suasana kelas yang santai?
- Apakah lelucon membuat Anda lebih mau ikut diskusi?
Artikel terkait
Pendidik Minta Evolusi Dikembalikan ke Buku Teks di India
Pendidik sains di India meminta pemerintah mengembalikan materi evolusi yang dihapus dari buku pelajaran. Penghapusan dilakukan oleh NCERT untuk meringankan beban belajar setelah pandemi, dan ratusan ilmuwan menolak keputusan itu.
Pengemis Anak di Sahel Tengah
Kemiskinan dan ketidakamanan di Sahel Tengah membuat banyak anak mengemis di kota-kota besar seperti Niamey, Bamako dan Ouagadougou. Laporan dan organisasi lokal menunjukkan eksploitasi, keterlibatan sekolah Al-Quran, dan respons yang belum memadai dari pemerintah.
Nigeria Batalkan Kebijakan Bahasa Nasional, Bahasa Inggris Kembali Jadi Pengantar
Pemerintah Nigeria membatalkan Kebijakan Bahasa Nasional 2022 yang mewajibkan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar pada pendidikan awal. Keputusan mengembalikan bahasa Inggris sebagai satu-satunya pengantar dan memicu perdebatan luas di kalangan pendidik dan ahli bahasa.