Peneliti mempelajari kelas laboratorium kecil. Lebih dari 45 instruktur dari berbagai institusi merekam audio kelas mereka. Peneliti menandai momen ketika pengajar membuat lelucon dan kemudian siswa mengisi survei tentang apakah mereka menganggap pengajarnya lucu.
Hasilnya menunjukkan bahwa penilaian peneliti tentang lucu tidak memprediksi perasaan siswa. Yang penting adalah apakah siswa sendiri menganggap pengajarnya lucu. Jenis lelucon berbeda, misalnya merendahkan diri atau bercanda tentang materi atau peralatan. Emosi positif itu berkaitan dengan pembelajaran yang lebih baik dan keinginan untuk terus belajar, tetapi humor tetap subjektif dan kadang tidak efektif.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan studi atau penelitian
- instruktur — orang yang mengajar di kelas atau laboratorium
- survei — daftar pertanyaan untuk mengumpulkan jawaban
- lelucon — ucapan atau cerita singkat untuk membuat orang tertawa
- emosi — perasaan yang dirasakan seseorang, misalnya senang
- memprediksi — menebak atau mengatakan apa yang akan terjadi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda humor guru dapat membantu proses belajar? Mengapa?
- Jenis lelucon mana yang menurut Anda cocok di kelas: bercanda tentang materi atau merendahkan diri? Jelaskan singkat.
- Bagaimana perasaan Anda ketika guru membuat lelucon di kelas?
Artikel terkait
Menonton film seni dapat meningkatkan kreativitas
Studi eksperimental dari UC Santa Barbara menemukan menonton film pendek bertema seni meningkatkan pemikiran kreatif dibanding video non-seni. Pemirsa film seni lebih kreatif meski melaporkan suasana hati lebih buruk setelah menonton.