- Mamokgethi Phakeng berasal dari Afrika Selatan.
- Ia seorang matematikawan dan pemimpin universitas.
- Ia perempuan kulit hitam pertama raih gelar doktor pendidikan matematika.
- Pada 2018 ia mulai sebagai wakil rektor di Cape Town.
- Ia menerima penghargaan penting dari negara dan universitas luar negeri.
- Kariernya dimulai mengajar di sekolah pedesaan dan organisasi non-pemerintah.
- Orang tuanya mendukung belajar dan prestasi.
- Nasihatnya: latihan matematika setiap hari, setidaknya satu jam.
Kata-kata sulit
- matematikawan — orang yang bekerja dengan angka dan matematika
- pemimpin — orang yang memimpin sebuah organisasi atau kelompokpemimpin universitas
- doktor — gelar akademik tertinggi setelah studi panjang
- penghargaan — sesuatu yang diberikan untuk menghargai prestasi
- pedesaan — daerah di luar kota, biasanya kampungsekolah pedesaan
- nasihat — kata atau saran untuk membantu orangNasihatnya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu suka belajar matematika?
- Berapa lama kamu berlatih matematika setiap hari?
- Apakah orang tuamu mendukung belajar kamu?
Artikel terkait
Africa Wiki Women: Menambah Keterlihatan Perempuan Afrika
Africa Wiki Women mendorong perempuan Afrika membuat dan memperbaiki konten di platform Wikimedia. Didirikan oleh tiga perempuan, kelompok ini melatih ratusan wanita dan menjalankan pelatihan, kampanye, serta program pendampingan untuk meningkatkan partisipasi.
Nigeria Batalkan Kebijakan Bahasa Nasional, Bahasa Inggris Kembali Jadi Pengantar
Pemerintah Nigeria membatalkan Kebijakan Bahasa Nasional 2022 yang mewajibkan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar pada pendidikan awal. Keputusan mengembalikan bahasa Inggris sebagai satu-satunya pengantar dan memicu perdebatan luas di kalangan pendidik dan ahli bahasa.
Pengemis Anak di Sahel Tengah
Kemiskinan dan ketidakamanan di Sahel Tengah membuat banyak anak mengemis di kota-kota besar seperti Niamey, Bamako dan Ouagadougou. Laporan dan organisasi lokal menunjukkan eksploitasi, keterlibatan sekolah Al-Quran, dan respons yang belum memadai dari pemerintah.