LingVo.club
Level
Dubioza kolektiv dan singel "Balkan Boys" yang viral — Level B2 — text

Dubioza kolektiv dan singel "Balkan Boys" yang viralCEFR B2

14 Mar 2025

Diadaptasi dari Metamorphosis Foundation, Global Voices CC BY 3.0

Foto oleh Brett Jordan, Unsplash

Level B2 – Menengah-atas
6 mnt
335 kata

Grup musik Bosnia Dubioza kolektiv merilis singel baru berjudul "Balkan Boys" yang menjadi hit regional di Balkan Barat. Menurut liputan Meta.mk—dipublikasikan ulang berdasarkan perjanjian berbagi konten antara Global Voices dan Metamorphosis Foundation—video musik lagu itu meraih lebih dari empat juta tampilan di jejaring sosial hanya dalam beberapa minggu.

Single berbahasa Inggris ini menyindir berbagai stereotip regional, termasuk teori Bumi datar. Versi YouTube menyediakan subtitel dalam Chinese, Czech, German, Italian, Polish, Romanian, dan Spanish. Secara rinci, video itu mendapat lebih dari 1.2 juta tampilan di YouTube, lebih dari 2.4 juta tampilan di Instagram, dan lebih dari satu juta tampilan di Facebook, dengan lebih dari 600.000 sebagai reel dan lebih dari 400.000 sebagai video utuh. Video menampilkan parodi penganut teori Bumi datar yang melihat Bumi dari bulan dan liriknya menyindir pandangan itu, misalnya: "Aku suka planet berbentuk bola / Beberapa orang bilang itu datar / Dan jika itu datar maka aku bisa jatuh / Tapi logikanya di mana?"

Artikel itu juga menempatkan klaim Bumi datar dalam konteks pendidikan dan pemeriksaan fakta. Di Makedonia Utara teori ini dicatat dalam kurikulum sekolah sebagai contoh penalaran non-ilmiah, dan dicatat bahwa gagasan Bumi datar sudah dibantah sejak zaman kuno—matematikawan Eratosthenes menghitung keliling planet lebih dari 2300 tahun lalu. Meski sering diejek, klaim semacam ini masih beredar di jejaring sosial, sehingga layanan pemeriksa fakta regional seperti Truthmeter.mk, Faktoje.al, Raskrinkavanje.ba, Raskrinkavanje.me, dan Istinomer kerap menanggapinya.

Secara politik, Dubioza kolektiv awalnya berencana merilis "Balkan Boys" pada 24 Januari, tetapi menunda rilis selama tiga hari untuk mendukung mogok umum di Serbia. Mogok itu diselenggarakan oleh gerakan mahasiswa yang menuntut tanggung jawab institusional atas 15 korban runtuhnya kanopi stasiun kereta Novi Sad. Setelah muncul komentar yang mempertanyakan keterlibatan band dari negara lain, Dubioza kolektiv mengeluarkan pernyataan di Facebook bahwa anggotanya berasal dari Bosnia dan Herzegovina, Serbia, Kroasia, dan Slovenia, serta bahwa mereka mendukung protes demi martabat dan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat biasa. Band ini sebelumnya juga menunjukkan dukungan regional, termasuk konser gratis di sebuah universitas di Skopje pada 2015 untuk mendukung Student Plenum.

Kata-kata sulit

  • merilismengeluarkan karya baru untuk publik
  • subtitelteks terjemahan atau keterangan di layar
  • paroditampilan atau karya yang meniru dengan ejekan
  • kurikulumdaftar mata pelajaran dan materi pembelajaran sekolah
    kurikulum sekolah
  • penalarancara berpikir untuk menarik kesimpulan atau alasan
    penalaran non-ilmiah
  • pemeriksaanproses memeriksa kebenaran suatu informasi atau klaim
    pemeriksaan fakta
  • mogokberhenti bekerja sebagai bentuk protes bersama
    mogok umum
  • kanopiatap atau penutup di atas area terbuka
  • institusionalberkaitan dengan organisasi atau lembaga resmi
  • runtuhjatuh atau hancur karena kehilangan penopang
    runtuhnya

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana menurut Anda parodi musik seperti "Balkan Boys" bisa memengaruhi pandangan publik tentang teori pseudoscientific?
  • Apa peran pemeriksa fakta dalam menghadapi klaim seperti Bumi datar di media sosial? Berikan contoh tindakan yang efektif.
  • Apakah band atau artis sebaiknya menunda rilis karya untuk mendukung aksi sosial? Jelaskan alasan setuju atau tidak setuju.

Artikel terkait

Cerita Hujan dari Desa ke COP30 — Level B2
24 Des 2025

Cerita Hujan dari Desa ke COP30

Emily Wanja Nderitu membawa cerita hujan dari desa-desa Afrika ke konferensi iklim COP30 di Belem. Ia bekerja dengan pencerita dan ilmuwan lewat dua inisiatif untuk membuat cerita lokal berdampak pada kebijakan global.