Haris Pardede: dari jurnalis koran ke YouTuber sepak bolaCEFR B1
23 Mar 2025
Diadaptasi dari Arpan Rachman, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Royhan Firdaus, Unsplash
Haris Kristanto Pardede beralih dari media cetak ke video daring setelah berkarier sebagai jurnalis olahraga di Koran Sindo. Ia mulai membuat konten saat pandemi dan kemudian dikenal luas setelah meliput Timnas Indonesia pada Piala Asia 2023 di Qatar.
Pardede adalah pembawa acara kanal YouTube Bung Harpa; kanal itu, saat penulisan, tercatat memiliki 118.000 pelanggan, 1.072 video, dan lebih dari 22,5 juta tayangan. Ia melaporkan langsung dari lapangan, sering hadir di pertandingan luar negeri, dan menyajikan informasi yang kadang tidak dibawa media arus utama.
Ia menjelaskan bahwa latar belakang jurnalistik membentuk pendekatannya. Pardede menegaskan pentingnya etika dan pelaporan asli untuk membangun kepercayaan, serta mengurangi rumor dan disinformasi. Ia juga menilai banyak jurnalis media baru kurang proaktif dan mengajak peningkatan peliputan lapangan.
Kata-kata sulit
- beralih — pindah dari satu hal ke hal lain
- media cetak — media yang menerbitkan koran atau majalah
- video daring — rekaman bergerak yang disiarkan lewat internet
- meliput — melaporkan atau menulis berita dari suatu peristiwa
- etika — aturan atau prinsip perilaku yang benar
- disinformasi — informasi salah yang sengaja disebarkan
- peliputan lapangan — pelaporan berita langsung dari lokasi kejadian
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju bahwa jurnalis baru harus lebih sering meliput di lapangan? Jelaskan alasan singkat Anda.
- Bagaimana menurut Anda etika jurnalistik bisa membantu mengurangi disinformasi di media daring?
- Jika Anda menonton kanal video olahraga, informasi apa yang paling Anda percayai dan mengapa?
Artikel terkait
Propaganda dan Liputan Media pada Unjuk Rasa 28 June di Beograd
Analisis Nataša Stanojević (ISAC) yang diterbitkan ulang oleh Global Voices meneliti liputan media dan respons politik terhadap unjuk rasa besar pada 28 June di Beograd. Sekitar 140,000 orang turut serta; media pro-pemerintah melabeli peserta, sementara laporan independen mencatat sebagian besar aksi damai dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi.
Kekerasan Digital terhadap Jurnalis dan Aktivis Perempuan
Kekerasan digital terhadap jurnalis dan aktivis perempuan di Indonesia semakin terlihat dalam lima tahun terakhir. Serangan online meliputi doxing, manipulasi foto, peretasan dan DDoS; korban melaporkan perlindungan kelembagaan yang terbatas.