Global Science Journalism Report 2021, diterbitkan oleh SciDev.Net untuk ulang tahun ke-20, menyurvei 633 jurnalis dari 77 negara. Survei ini adalah survei Global Science Journalism pertama sejak 2013 dan dipimpin bersama beberapa lembaga akademik bekerjasama dengan World Federation of Science Journalists.
Responden melaporkan pekerjaan menjadi lebih intens: 64% mengatakan jumlah proyek per minggu meningkat dalam lima tahun terakhir. Secara umum mereka biasanya mengerjakan satu artikel atau paket setiap dua minggu, namun wanita, yang 54% dari responden, lebih mungkin mengerjakan lima tugas pada periode yang sama.
Perasaan terhadap profesi campur aduk: 46% puas dengan pekerjaan mereka dan 81% memperkirakan akan tetap di bidang itu selama lima tahun ke depan. Sekitar 73% tidak setuju bahwa jurnalisme sains adalah profesi yang punah, sementara pendapat tentang krisis terpecah.
Kata-kata sulit
- menyurvei — mengumpulkan informasi dengan pertanyaan dari banyak orang
- responden — orang yang memberi jawaban pada survei atau penelitian
- intens — lebih kuat atau sibuk dari biasanya
- memperkirakan — membuat perkiraan tentang masa depan atau jumlah
- paket — kumpulan materi atau bagian yang dibundel bersama
- punah — tidak lagi ada atau hilang dari masyarakat
- krisis — situasi serius dengan masalah besar dan mendesak
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu banyak jurnalis melaporkan pekerjaan menjadi lebih intens? Jelaskan satu atau dua alasan.
- Bagaimana kamu menilai kombinasi antara kepuasan kerja (46%) dan beban kerja yang meningkat? Berikan pendapat singkat.
- Jika kamu bekerja di bidang serupa, apa langkah yang akan kamu ambil untuk menangani lebih banyak tugas setiap minggu?
Artikel terkait
Beras Joha dari India Menunjukkan Potensi Melawan Diabetes
Penelitian di India menemukan bahwa beras harum tradisional Joha dapat menurunkan kadar gula dan melindungi jantung pada uji laboratorium dan percobaan pada tikus. Para peneliti mendorong promosi dan kebijakan untuk mendukung penanaman Joha.