Penelitian dari University of Utah melihat data genetika anonim lebih dari 2.700 orang yang meninggal karena bunuh diri. Peneliti membandingkan orang yang pernah mencoba bunuh diri atau berpikir tentang itu dengan mereka yang tidak punya riwayat.
Hasil menunjukkan banyak orang yang meninggal tidak mempunyai diagnosis psikiatri yang dikenal. Kelompok tanpa riwayat itu juga memiliki lebih sedikit faktor risiko genetik untuk beberapa kondisi psikiatri. Temuan ini dipublikasikan di JAMA Network Open dan menandakan skrining depresi saja mungkin tidak menemukan semua orang yang berisiko.
Kata-kata sulit
- penelitian — studi atau kerja ilmiah untuk mencari fakta
- genetika — ilmu tentang cara sifat diwariskan
- anonim — identitas orang tidak diketahui oleh publik
- diagnosis — penentuan penyakit atau keadaan oleh dokter
- psikiatri — cabang kedokteran yang mempelajari kesehatan mental
- skrining — pemeriksaan awal untuk menemukan masalah kesehatan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurut Anda, kenapa beberapa orang yang meninggal tidak punya diagnosis psikiatri?
- Bagaimana menurut Anda pemeriksaan lain selain skrining depresi bisa membantu menemukan orang berisiko?
- Apa peran keluarga atau teman dalam mengenali tanda orang yang berisiko?
Artikel terkait
Dry January: Istirahat Minum Alkohol Sebulan
Setiap Januari jutaan orang mengikuti Dry January dan berhenti minum alkohol selama 31 hari. Orang ikut karena alasan kesehatan, dukungan komunitas lewat media sosial, dan tujuan yang jelas, tapi ada juga kekhawatiran dan saran profesional.
Sel T di amandel berbeda dari sel di darah
Penelitian menemukan bahwa sel T di amandel memiliki perbedaan penting dibanding sel T dalam darah. Tim peneliti menganalisis jutaan sel dari donor berbagai usia dan merekomendasikan memperhatikan lokasi jaringan saat menilai vaksin dan terapi.
Orang tua, organisasi Yunani, dan minum berlebihan di mahasiswa
Studi di jurnal Behavioral Sciences menemukan orang tua yang lebih membolehkan minum terkait dengan mahasiswa yang bergabung dengan fraternity atau sorority dan risiko minum berlebihan. Peneliti menyarankan program pengasuhan dan percakapan tentang risiko.