- Di banyak pasar kota, kosmetik dijual tanpa label atau sertifikat.
- Banyak produk tidak punya merek.
- Peneliti menemukan arsenik, merkuri dan timbal di kosmetik.
- Lipstik, eyeshadow, cat kuku dan krim murah juga dijual.
- Pembeli sering tidak tahu asal atau keamanan produk.
- El Cercado di Lima adalah contoh pasar besar.
- Pada Juli 2025 otoritas menyita hampir dua tonne produk palsu.
- Produk ini bisa menyebabkan gatal, alergi dan rambut rontok.
- Anak-anak dan remaja sangat rentan terhadap bahan berbahaya.
- Penjualan informal memberi untung bagi pedagang tetapi merugikan industri.
Kata-kata sulit
- kosmetik — Barang untuk mempercantik penampilan.
- murah — Memiliki harga yang rendah.
- bahan — Material atau elemen pembentuk.
- beracun — Dapat menyebabkan bahaya atau racun.
- berbahaya — Kemungkinan menyebabkan kerugian atau kerusakan.
- kesehatan — Keadaan fisik dan mental yang baik.
- alergi — Reaksi negatif tubuh terhadap zat tertentu.
- masalah — Kesulitan atau tantangan yang harus dihadapi.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa pendapatmu tentang penggunaan kosmetik murah?
- Pernahkah kamu mengalami masalah kulit setelah menggunakan produk tertentu?
- Bagaimana kamu menghindari produk yang berbahaya?
- Mengapa penting untuk memiliki label pada produk kosmetik?
Artikel terkait
Pembatasan Kalori Ubah Protein Otot dan Tingkatkan Respons Insulin
Penelitian pada tikus usia 24 bulan menunjukkan pembatasan kalori 35% selama delapan minggu mengubah fosforilasi protein otot dan meningkatkan penyerapan glukosa yang dipicu insulin, dengan respons molekuler berbeda antara jantan dan betina.
Lemak beige pengatur tekanan darah
Penelitian menemukan bahwa kehilangan identitas lemak beige membuat pembuluh darah kaku dan menaikkan tekanan darah. Studi pada tikus menunjukkan enzim dari lemak yang berubah memicu perubahan jaringan vaskular dan memberi petunjuk target terapi baru.
Penelitian: Makanan Ultra-Olah Bisa Bersifat Adiktif seperti Tembakau
Analisis peneliti dari beberapa universitas menyatakan banyak makanan ultra-olahan dirancang untuk mendorong konsumsi berulang dan memiliki kemiripan sifat adiktif dengan produk tembakau. Penelitian ini dipublikasikan di The Milbank Quarterly.