- Di banyak pasar kota, kosmetik dijual tanpa label atau sertifikat.
- Banyak produk tidak punya merek.
- Peneliti menemukan arsenik, merkuri dan timbal di kosmetik.
- Lipstik, eyeshadow, cat kuku dan krim murah juga dijual.
- Pembeli sering tidak tahu asal atau keamanan produk.
- El Cercado di Lima adalah contoh pasar besar.
- Pada Juli 2025 otoritas menyita hampir dua tonne produk palsu.
- Produk ini bisa menyebabkan gatal, alergi dan rambut rontok.
- Anak-anak dan remaja sangat rentan terhadap bahan berbahaya.
- Penjualan informal memberi untung bagi pedagang tetapi merugikan industri.
Kata-kata sulit
- kosmetik — Barang untuk mempercantik penampilan.
- murah — Memiliki harga yang rendah.
- bahan — Material atau elemen pembentuk.
- beracun — Dapat menyebabkan bahaya atau racun.
- berbahaya — Kemungkinan menyebabkan kerugian atau kerusakan.
- kesehatan — Keadaan fisik dan mental yang baik.
- alergi — Reaksi negatif tubuh terhadap zat tertentu.
- masalah — Kesulitan atau tantangan yang harus dihadapi.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa pendapatmu tentang penggunaan kosmetik murah?
- Pernahkah kamu mengalami masalah kulit setelah menggunakan produk tertentu?
- Bagaimana kamu menghindari produk yang berbahaya?
- Mengapa penting untuk memiliki label pada produk kosmetik?
Artikel terkait
Penggunaan Zat oleh Remaja AS Tetap Rendah Setelah Pandemi
Survei Monitoring the Future (University of Michigan) menemukan penggunaan sebagian besar zat oleh remaja AS tetap mendekati titik terendah 2021. Ada kenaikan kecil untuk heroin dan kokain, sehingga para peneliti mendesak pemantauan lebih lanjut.
Wabah Kolera Meluas di Semua Negara Bagian Sudan
Wabah kolera yang mulai pada Juli 2024 telah menyebar ke 133 wilayah di semua 18 negara bagian Sudan dengan lebih dari 105,000 kasus dan lebih dari 2,600 kematian. Musim hujan dan perpindahan penduduk memperburuk situasi dan dana darurat dibutuhkan.
Kondisi Kesehatan Mental Tingkatkan Risiko Cedera
Studi besar menemukan orang dengan kondisi kesehatan mental lebih sering mengalami cedera fisik, termasuk melukai diri sendiri, penyerangan, serta kecelakaan dan jatuh. Penelitian menyoroti perlunya pencegahan cedera dalam layanan kesehatan mental.