Analisis baru menggunakan data dari studi D2d. Uji klinis itu membandingkan 4,000 units of vitamin D per day dengan plasebo pada lebih dari 2,000 orang dewasa dengan pradiabetes. Hasil awal tidak menunjukkan pengurangan risiko untuk semua peserta.
Analisis genetik melihat variasi pada gen reseptor vitamin D (VDR). Orang dengan beberapa variasi mendapat manfaat dari vitamin D dosis tinggi, sedangkan kelompok lain tidak. Peneliti menjelaskan vitamin D bekerja pada sel penghasil insulin di pankreas. Mereka juga memperingatkan agar orang tidak mulai minum dosis tinggi tanpa saran dokter dan mengatakan perlu penelitian lebih lanjut.
Kata-kata sulit
- analisis — pemeriksaan data untuk menemukan hasil
- uji klinis — percobaan pada manusia untuk menguji obat
- plasebo — obat kosong tanpa zat aktif
- pradiabetes — kondisi gula darah lebih tinggi dari normal
- variasi — perbedaan kecil antara orang atau gen
- reseptor — bagian sel yang menerima sinyal kimia
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda akan mulai minum vitamin D dosis tinggi tanpa saran dokter? Jelaskan singkat.
- Mengapa peneliti memeriksa variasi pada gen reseptor vitamin D?
- Menurut Anda, mengapa uji klinis penting sebelum orang minum obat baru?
Artikel terkait
Studi: COVID-19 dan Flu Tinggalkan Perubahan Jangka Panjang
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kasus ringan COVID-19 atau influenza dapat menyebabkan perubahan berkepanjangan di paru-paru. Hanya pada COVID-19 ditemukan peradangan otak dan gangguan pada jalur serotonin dan dopamin.
Ketidaksetaraan dan cara menghentikan pandemi
Matthew M. Kavanagh mengatakan ketidaksetaraan membuat masyarakat lebih rentan dan memperdalam pandemi. Ia mengusulkan perubahan pada pembiayaan, teknologi, dan kebijakan sosial, termasuk penghentian sementara utang dan pabrik regional untuk produksi vaksin.