Penyakit ginjal kronis (CKD) semakin menjadi masalah kesehatan. Salah satu bentuk serius adalah glomerulonefritis yang dimediasi antibodi (AGN), di mana antibodi menyerang glomerulus dan memicu peradangan serta kerusakan jaringan.
Sebuah penelitian yang dipimpin Partha Biswas dari Renaissance School of Medicine, Stony Brook University, menggunakan model murin AGN untuk mengamati perubahan metabolik pada sel imun di ginjal. Tim melaporkan bahwa neutrofil di ginjal nefritik meningkatkan ekspresi dan fungsi Glucose Transporter 1 (Glut1), yang memindahkan glukosa ke dalam sel dan membantu penyerapan kembali glukosa di ginjal.
Setelah menemukan peningkatan Glut1, peneliti membuktikan bahwa aktivitas Glut1 pada sel inflamasi diperlukan agar AGN berkembang. Menonaktifkan Glut1 secara selektif pada neutrofil mengurangi molekul efektor yang merusak jaringan pada tahap awal dan akhir, sedangkan produksi sitokin dan kemokin renal menurun terutama pada tahap akhir. Pengobatan dengan inhibitor Glut1 memperbaiki patologi ginjal pada tikus.
Tim menyimpulkan bahwa sirkuit yang digerakkan Glut1 pada neutrofil adalah kunci penyakit dan dapat ditargetkan sebagai strategi terapeutik.
Kata-kata sulit
- glomerulonefritis — radang pada bagian penyaring kecil di ginjal
- antibodi — protein tubuh yang mengenali dan melawan zat asing
- peradangan — reaksi tubuh terhadap infeksi atau cedera
- neutrofil — jenis sel imun yang terlibat peradangan
- Glut1 — protein pengangkut glukosa yang ada pada sel
- sitokin — molekul sinyal yang mengatur respons imun
- inhibitor — zat yang mengurangi atau menghambat suatu aktivitas
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda menargetkan Glut1 pada neutrofil bisa menjadi strategi pengobatan yang baik? Jelaskan singkat.
- Bagaimana perubahan metabolik pada sel imun dapat mempengaruhi perkembangan penyakit ginjal menurut teks?
- Sebutkan satu risiko yang mungkin muncul jika inhibitor seperti Glut1 juga mempengaruhi sel selain neutrofil.
Artikel terkait
Vaksin eksperimental menunjukkan hasil menjanjikan untuk CCHF pada tikus
Studi pada tikus melaporkan vaksin eksperimental terhadap Crimean-Congo hemorrhagic fever (CCHF) yang menggunakan partikel mirip virus tidak replikasi. Antibodi terdeteksi hingga 18 bulan dan langkah berikutnya adalah produksi skala besar sebelum uji klinis manusia.
Melindungi Anak dari Gigitan Kutu dan Penyakit Lyme
Kutu nimfa aktif pada awal musim panas dan dapat membawa penyakit Lyme. Orang tua disarankan melakukan pemeriksaan tubuh, mengangkat kutu dengan benar, memakai pengusir serangga, dan mempertimbangkan pakaian yang diolah untuk mengurangi risiko.
Sel T di amandel berbeda dari sel di darah
Penelitian menemukan bahwa sel T di amandel memiliki perbedaan penting dibanding sel T dalam darah. Tim peneliti menganalisis jutaan sel dari donor berbagai usia dan merekomendasikan memperhatikan lokasi jaringan saat menilai vaksin dan terapi.