Peneliti menemukan bahwa sorbitol dapat diubah menjadi fruktosa di hati. Temuan ini menantang gagasan bahwa pemanis buatan selalu lebih sehat. Studi dipimpin oleh Gary Patti dan diterbitkan di Science Signaling.
Para peneliti menggunakan ikan zebra untuk melacak sorbitol lewat usus ke tubuh. Sorbitol muncul karena dikonsumsi langsung dalam permen rendah kalori, permen karet, dan beberapa buah batu. Sorbitol juga dibuat dari glukosa oleh enzim usus yang bekerja lebih saat kadar glukosa tinggi, sehingga sering terkait dengan diabetes.
Bakteri usus, seperti strain Aeromonas, dapat memecah sorbitol menjadi produk tidak berbahaya. Jika bakteri ada, banyak sorbitol dibersihkan di usus. Jika tidak ada atau kewalahan, sorbitol bisa mencapai hati dan diubah menjadi fruktosa dengan efek merugikan. Masalah muncul saat asupan sorbitol atau glukosa sangat tinggi.
Kata-kata sulit
- sorbitol — Zat manis yang rendah kalori.
- fruktosa — Gula yang terdapat dalam buah.
- penelitian — Proses mencari tahu informasi baru.
- diubah — Mengganti satu hal menjadi hal lain.
- dapat — Membuat sesuatu bisa terjadi.
- berbahaya — Dapat menyebabkan kerugian atau masalah.
- terurai — Proses pemecahan menjadi bagian lebih kecil.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penelitian tentang sorbitol penting untuk kesehatan?
- Bagaimana cara kita mengurangi risiko dari sorbitol?
- Apa pendapatmu tentang penggunaan sorbitol dalam makanan?
Artikel terkait
AI Membimbing Mahasiswa Bedah Saat Latihan Menjahit Luka
Para peneliti di Johns Hopkins mengembangkan AI yang menilai dan memberi umpan balik personal pada mahasiswa kedokteran saat berlatih menjahit luka. Studi acak dengan 12 mahasiswa menunjukkan manfaat terbesar bagi yang sudah punya dasar bedah.
Peneliti Mengamati Virus Flu Masuk ke Sel Hidup
Peneliti dari Swiss dan Jepang mengembangkan metode mikroskopi baru, ViViD-AFM, untuk melihat bagaimana virus influenza masuk ke sel manusia hidup. Mereka menemukan sel aktif menangkap virus dan metode ini berguna untuk riset obat dan vaksin.
Pelatihan Kecepatan Kognitif Kurangi Risiko Demensia
Peserta lansia yang menyelesaikan pelatihan kecepatan kognitif dan beberapa sesi penguat memiliki kemungkinan lebih kecil didiagnosis demensia sampai dua dekade kemudian. Temuan ini berasal dari uji klinis jangka panjang pada orang dewasa lanjut usia.