Peneliti menemukan bahwa sorbitol dapat diubah menjadi fruktosa di hati. Temuan ini menantang gagasan bahwa pemanis buatan selalu lebih sehat. Studi dipimpin oleh Gary Patti dan diterbitkan di Science Signaling.
Para peneliti menggunakan ikan zebra untuk melacak sorbitol lewat usus ke tubuh. Sorbitol muncul karena dikonsumsi langsung dalam permen rendah kalori, permen karet, dan beberapa buah batu. Sorbitol juga dibuat dari glukosa oleh enzim usus yang bekerja lebih saat kadar glukosa tinggi, sehingga sering terkait dengan diabetes.
Bakteri usus, seperti strain Aeromonas, dapat memecah sorbitol menjadi produk tidak berbahaya. Jika bakteri ada, banyak sorbitol dibersihkan di usus. Jika tidak ada atau kewalahan, sorbitol bisa mencapai hati dan diubah menjadi fruktosa dengan efek merugikan. Masalah muncul saat asupan sorbitol atau glukosa sangat tinggi.
Kata-kata sulit
- sorbitol — Zat manis yang rendah kalori.
- fruktosa — Gula yang terdapat dalam buah.
- penelitian — Proses mencari tahu informasi baru.
- diubah — Mengganti satu hal menjadi hal lain.
- dapat — Membuat sesuatu bisa terjadi.
- berbahaya — Dapat menyebabkan kerugian atau masalah.
- terurai — Proses pemecahan menjadi bagian lebih kecil.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penelitian tentang sorbitol penting untuk kesehatan?
- Bagaimana cara kita mengurangi risiko dari sorbitol?
- Apa pendapatmu tentang penggunaan sorbitol dalam makanan?
Artikel terkait
20 Menit Olahraga Dua Kali Seminggu Bisa Memperlambat Demensia
Studi Texas A&M menemukan 20 menit olahraga dua kali seminggu mungkin memperlambat perkembangan demensia pada orang dewasa yang lebih tua. Analisis memakai data Health and Retirement Study Core 2012–2020 dengan 9.714 peserta.
Beras Joha dari India Menunjukkan Potensi Melawan Diabetes
Penelitian di India menemukan bahwa beras harum tradisional Joha dapat menurunkan kadar gula dan melindungi jantung pada uji laboratorium dan percobaan pada tikus. Para peneliti mendorong promosi dan kebijakan untuk mendukung penanaman Joha.