Film Dokumenter tentang Igor Kon Raih PenghargaanCEFR A2
16 Apr 2025
Diadaptasi dari Daria Dergacheva, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh yasmin peyman, Unsplash
Sebuah film dokumenter baru tentang Igor Kon mendapat hadiah sutradara di Artdocfest pada Maret 2025. Film berjudul Why I Swam Against the Current itu dibuat oleh studio Berlin Narra dan koperasi jurnalis independen Bereg, lalu dirilis di saluran YouTube Meduza.
Igor Kon lahir pada 1928 di Saint Petersburg dan selamat dari evakuasi selama Pengepungan Leningrad. Ia belajar sejarah dan kemudian bekerja di bidang ilmu sosial. Pada 1980-an ia dikenal luas sebagai seksolog pertama di Uni Soviet dan sering muncul di media.
Ia terlibat dalam kebijakan terkait AIDS dan meneliti homoseksualitas pada 1990-an. Pada 1993 homoseksualitas dikeluarkan dari daftar tindak pidana. Kon meninggal pada 2011 dan abunya dikuburkan secara rahasia.
Kata-kata sulit
- dokumenter — film yang menceritakan kisah nyata
- sutradara — orang yang mengarahkan pembuatan film
- evakuasi — pemindahan orang dari tempat berbahaya
- pengepungan — tindakan memblokir kota atau wilayah
- seksolog — ilmuwan yang meneliti perilaku seksual manusia
- homoseksualitas — ketertarikan seksual antara orang sejenis
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah Anda menonton film dokumenter di YouTube? Ceritakan singkat.
- Bagaimana menurut Anda jika topik seperti homoseksualitas dibahas di media?
- Apakah penguburan abu secara rahasia menurut Anda tepat? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Kecerdasan Buatan Mengubah Lahan di Brasil
Penelitian menunjukkan kecerdasan buatan, otomatisasi, dan alat digital mengubah penggunaan lahan di Brasil. Model pertanian terdigitalisasi menggusur komunitas dan menggantikan pengetahuan tradisional; peneliti menuntut tata kelola AI yang transparan dan perlindungan wilayah sosial.
AI Membimbing Mahasiswa Bedah Saat Latihan Menjahit Luka
Para peneliti di Johns Hopkins mengembangkan AI yang menilai dan memberi umpan balik personal pada mahasiswa kedokteran saat berlatih menjahit luka. Studi acak dengan 12 mahasiswa menunjukkan manfaat terbesar bagi yang sudah punya dasar bedah.