#Hak Asasi Manusia44
Amerika Latin setuju atur kecerdasan buatan secara etis
KTT menteri di Republik Dominika pada 25-26 June menghasilkan Deklarasi Santo Domingo untuk kerja sama etis tentang kecerdasan buatan, didukung oleh UNESCO dan lembaga pembangunan regional. Negara-negara juga menyusun peta jalan 2026-2027 dan kelompok ahli regional.
Foto oleh Markus Winkler, Unsplash
Kecerdasan Buatan Mengubah Lahan di Brasil
Penelitian menunjukkan kecerdasan buatan, otomatisasi, dan alat digital mengubah penggunaan lahan di Brasil. Model pertanian terdigitalisasi menggusur komunitas dan menggantikan pengetahuan tradisional; peneliti menuntut tata kelola AI yang transparan dan perlindungan wilayah sosial.
Penelitian: Aturan AI Uni Eropa Tidak Mengatur Teknologi yang Keluar
Penelitian 7amleh menemukan bahwa aturan Uni Eropa tentang kecerdasan buatan tidak mengendalikan aliran teknologi dan dana ke pemerintahan serta militer di Asia Barat dan Afrika Utara, dengan sedikit akuntabilitas atas dampak hak asasi manusia.
Jangan Tanya AI, Tanya Rekan: Kreativitas dan Hak Asasi
Tiga penyunting dari organisasi hak asasi menulis editorial bersama tentang penggunaan AI. Mereka meluncurkan seri "Don't ask AI, ask a peer" untuk menyorot kreativitas manusia, pertukaran sejawat, dan pendekatan hak asasi terhadap AI.
Perubahan politik di Bangladesh setelah pemberontakan July 2024
Pemberontakan pelajar pada July 2024 menggulingkan Sheikh Hasina pada August 5, 2024. Pemerintahan sementara Muhammad Yunus melarang Awami League pada May 2025, dan mantan menteri Asaduzzaman Khan Kamal dihukum mati oleh ICT pada November 17, 2025.
Aktivis Kongo Melawan "Kutukan Sumber Daya" Secara Damai
François Kaserake Kamate, aktivis dari timur Republik Demokratik Kongo, menentang eksploitasi mineral yang memicu kekerasan. Ia menyerukan solidaritas, ruang bagi aktivis muda, dan strategi non-kekerasan untuk melindungi komunitas lokal.