Kekerasan di Asia Barat Mengancam Hukum InternasionalCEFR A1
12 Mar 2026
Diadaptasi dari Walid El Houri, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh aref sarkhosh, Unsplash
- Kekerasan meningkat di wilayah Asia Barat sejak konflik terbaru.
- Hukum internasional mulai terkikis karena serangan luas.
- Pola serangan dari Gaza dipakai sebagai contoh sekarang.
- Lebanon mengalami pengungsian besar, hampir satu juta orang.
- Banyak rumah dan infrastruktur rusak parah di sana.
- Tenaga medis dan rumah sakit dilaporkan menjadi sasaran.
- Pasukan penjaga perdamaian juga mendapat serangan di selatan.
- Ada pencemaran tanah di beberapa tempat.
- Peringatan keras disampaikan agar kekerasan ini dihentikan segera.
Kata-kata sulit
- kekerasan — tindakan yang menyakiti orang atau merusak
- konflik — pertentangan atau peperangan antara kelompok
- hukum internasional — aturan antara negara dalam hubungan internasional
- pengungsian — perpindahan orang dari tempat berbahaya
- infrastruktur — bangunan dan fasilitas penting untuk masyarakat
- tenaga medis — pekerja yang merawat sakit dan pasien
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah melihat berita tentang pengungsian?
- Siapa menurut Anda perlu bantuan lebih dulu: pengungsi atau rumah sakit?
- Apakah menurut Anda kekerasan harus dihentikan segera? Jawab ya atau tidak.
Artikel terkait
Unjuk Rasa Pelajar di Nepal Memicu Bentrokan Fatal
Pada awal September 2025 unjuk rasa pelajar di Kathmandu berkembang menjadi bentrokan setelah polisi menembak ke kerumunan; setidaknya 19 orang tewas. Pemerintah menunjuk Sushila Karki sebagai perdana menteri sementara dan menjanjikan penyelidikan serta pemilihan baru.
Propaganda dan Liputan Media pada Unjuk Rasa 28 June di Beograd
Analisis Nataša Stanojević (ISAC) yang diterbitkan ulang oleh Global Voices meneliti liputan media dan respons politik terhadap unjuk rasa besar pada 28 June di Beograd. Sekitar 140,000 orang turut serta; media pro-pemerintah melabeli peserta, sementara laporan independen mencatat sebagian besar aksi damai dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi.
Orang Romani di pinggiran São Paulo berjuang untuk pengakuan
Orang Romani di pinggiran Greater São Paulo menghadapi prasangka, banjir, dan kesulitan akses layanan publik. Tanpa pengakuan resmi dan data sensus, aktivis mengatakan kebijakan sulit dirancang dan pendidikan perlu diperbaiki.