LingVo.club
📖+40 XP
🎧+25 XP
+45 XP
Jangan Tanya AI, Tanya Rekan: Kreativitas dan Hak Asasi — Level B2 — man standing on AMG display

Jangan Tanya AI, Tanya Rekan: Kreativitas dan Hak AsasiCEFR B2

15 Apr 2026

Diadaptasi dari Ameya Nagarajan, Global Voices CC BY 3.0

Foto oleh Marvin Meyer, Unsplash

Level B2 – Menengah-atas
6 mnt
306 kata

Editorial bersama ini ditulis oleh Ameya Nagarajan, Débora Prado, dan Hija Kamran, dan hanya disunting untuk tanda baca dan ejaan agar masing-masing suara tetap terjaga. Para penyunting mengundang pertukaran sejawat, masukan, dan debat mengenai peran AI dalam kerja jurnalistik dan advokasi hak asasi manusia.

Tahun lalu APC dan proyeknya GenderIT.org menyusun kebijakan AI yang terinspirasi dan dikembangkan bersama Global Voices, yang sebelumnya telah menerbitkan kebijakan sendiri. Kedua organisasi menelaah masalah suara manusia, agensi, kreativitas, dan tenaga kerja, sambil menimbang risiko AI—termasuk kerusakan lingkungan, eksploitasi tanah dan sumber daya, serta penggunaan untuk pengawasan dan perang—serta manfaatnya, seperti membantu penulis dari Global South yang menulis dalam bahasa bukan ibu mereka dan mendukung orang dengan disabilitas melalui teknologi bantu.

Diskusi itu melahirkan seri kolaboratif berjudul "Don't ask AI, ask a peer". Seri ini menegaskan kembali pentingnya pertukaran pengetahuan antar-sejawat, berdasarkan pengalaman hidup, realitas lokal, dan kebutuhan untuk terhubung. Para penulis dan ilustrator dari berbagai negara akan menjawab dua pertanyaan dasar yang diajukan seperti prompt ke AI:

  • Mengapa penting untuk menghargai kreativitas manusia dan koneksi antar-manusia di era AI?
  • Apa yang bisa dilakukan untuk menciptakan pendekatan hak asasi manusia terhadap AI?

Konten akan disunting dan diterjemahkan oleh manusia, mencakup emosi dan kontradiksi manusia, diberi kompensasi, dan mencantumkan pengakuan yang jelas. Seri diluncurkan hari ini dan akan dipublikasikan sepanjang April di APC.org, GenderIT.org, dan globalvoices.org. Informasi tambahan: Ameya Nagarajan adalah managing editor untuk newsroom Global Voices dan editor Advox; Débora Prado adalah lead editor APC.org; Hija Kamran adalah lead editor GenderIT.org dan pen strategist advokasi dalam Women’s Rights Programme APC. The Association for Progressive Communications adalah jaringan keanggotaan yang fokus pada bagaimana internet dan TIK dapat dibentuk untuk keadilan sosial, gender, dan lingkungan; GenderIT.org adalah publikasi feminis yang dihosting oleh Women’s Rights Programme APC; Global Voices adalah komunitas internasional penulis, penerjemah, dan aktivis hak asasi manusia.

Kata-kata sulit

  • kebijakanaturan atau pedoman resmi yang dibuat organisasi
    kebijakan AI
  • agensikemampuan individu atau kelompok bertindak
  • eksploitasipemanfaatan sumber daya secara berlebihan dan merugikan
  • pengawasanpemantauan atau pengendalian aktivitas orang atau sistem
  • kompensasipembayaran atau imbalan sebagai ganti pekerjaan
  • pertukaranproses berbagi informasi atau pengalaman antara orang
    pertukaran sejawat
  • kreativitaskemampuan menghasilkan ide atau karya baru
    kreativitas manusia
  • menelaahmemeriksa atau mengkaji sesuatu secara teliti

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Mengapa, menurut Anda, penting menghargai kreativitas manusia dan koneksi antar-manusia di era AI? Beri contoh singkat.
  • Bagaimana organisasi bisa menimbang manfaat dan risiko AI dalam pekerjaan advokasi hak asasi manusia? Sebutkan satu langkah praktis.
  • Apakah Anda setuju konten harus diberi kompensasi dan pengakuan yang jelas ketika digunakan dalam proyek bersama? Mengapa atau mengapa tidak?

Artikel terkait

Percakapan Tatap Muka Mulai Berkurang — Level B2
31 Mar 2026

Percakapan Tatap Muka Mulai Berkurang

Penelitian baru menunjukkan orang semakin sedikit berbicara tatap muka. Studi melaporkan penurunan kata yang diucapkan setiap tahun dan penulis menyoroti kekhawatiran tentang keterhubungan sosial serta kebutuhan penelitian lebih lanjut.