Petani buah menghadapi kekurangan tenaga kerja untuk panen dan pemangkasan. Untuk membantu, peneliti di Washington State University mengembangkan lengan robot tiup berbiaya rendah untuk memetik apel.
Lengan itu ringan, dapat ditiup, dan dirancang agar aman bagi orang dan pohon. Perangkat ini memerlukan waktu sekitar 25 detik untuk memetik satu apel. Harganya sekitar $5,500. Alat ini diuji di kebun di Prosser dan dibuat supaya bisa dipasang pada platform bergerak otomatis.
Kata-kata sulit
- kekurangan — keadaan ketika jumlah orang tidak cukupkekurangan tenaga kerja
- pemangkasan — memotong bagian tanaman untuk merawatnya
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- memetik — mengambil buah dari pohon dengan tangan atau alat
- lengan robot tiup — bagian mesin berbentuk lengan yang diisi udara
- platform bergerak otomatis — perangkat atau kendaraan yang bergerak secara otomatis
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pikir alat seperti lengan robot tiup bisa membantu petani di negaramu? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apakah kamu pernah melihat mesin otomatis di pertanian atau kebun? Ceritakan pengalaman singkat.
Artikel terkait
Alat untuk Mengurangi Kebencian Partisan di Linimasa X
Peneliti membuat ekstensi yang menata ulang linimasa X untuk menurunkan unggahan bermusuhan tanpa menghapusnya atau bekerjasama langsung dengan platform. Percobaan menunjukkan pengurangan rasa permusuhan dan peningkatan rasa hangat antarpendukung partai.
Bagaimana orang dengan gangguan penglihatan menilai kedatangan mobil
Studi baru menguji bagaimana orang dengan degenerasi makula terkait usia (AMD) menilai waktu kedatangan kendaraan menggunakan realitas virtual dan suara mobil. Hasilnya: peserta AMD sangat mirip dengan orang berpenglihatan normal dan tidak hanya mengandalkan suara.
AI dan Foto Warga Temukan Nyamuk Anopheles stephensi di Madagaskar
Peneliti menggunakan kecerdasan buatan dan foto dari warga untuk mengidentifikasi apa yang mereka anggap sebagai deteksi pertama Anopheles stephensi di Madagaskar. Foto close-up diambil pada 2020 dan ditemukan kembali dua tahun kemudian.