Penemuan ini dimulai dari satu foto close-up yang diambil dengan ponsel pintar dan dikirim lewat aplikasi GLOBE Observer. Gambar itu menunjukkan larva yang dikumpulkan dari sebuah ban di Antananarivo. Foto diambil pada 2020 tetapi baru ditemukan dua tahun kemudian saat para ilmuwan meninjau data lama.
Tim yang dipimpin Ryan Carney melatih algoritma pengenalan gambar dengan ribuan foto ponsel pintar dari Anopheles stephensi dan spesies lokal. Mereka membuat alat sains warga untuk mengonfirmasi spesies larva. Para peneliti mengatakan ini membantu menutup celah pengawasan, khususnya di daerah perkotaan yang sulit diawasi.
Anopheles stephensi tahan pestisida dan berkembang biak di wadah buatan seperti ban dan ember. Aplikasi berguna seperti iNaturalist, Mosquito Alert, dan GLOBE Observer dapat menerima foto. Para peneliti menyarankan badan kesehatan membantu warga mendapat lensa 60x dan meningkatkan informasi tentang alat ini.
Kata-kata sulit
- nyamuk — Serangga kecil yang biasanya menggigit.nyamuk ini
- peneliti — Orang yang melakukan penelitian.
- foto — Gambar yang diambil dengan kamera.foto yang dikirim
- malaria — Penyakit yang disebarkan oleh nyamuk.
- aplikasi — Program komputer untuk membantu aktivitas.aplikasi GLOBE Observer
- larva — Bentuk awal serangga sebelum dewasa.
- kota — Tempat tinggal banyak orang.kota Antananarivo
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting untuk memantau nyamuk di daerah tertentu?
- Apa yang bisa dilakukan masyarakat untuk membantu penelitian ini?
- Bagaimana teknologi membantu dalam penelitian penyakit?
Artikel terkait
Lemak beige pengatur tekanan darah
Penelitian menemukan bahwa kehilangan identitas lemak beige membuat pembuluh darah kaku dan menaikkan tekanan darah. Studi pada tikus menunjukkan enzim dari lemak yang berubah memicu perubahan jaringan vaskular dan memberi petunjuk target terapi baru.
Penelitian: Makanan Ultra-Olah Bisa Bersifat Adiktif seperti Tembakau
Analisis peneliti dari beberapa universitas menyatakan banyak makanan ultra-olahan dirancang untuk mendorong konsumsi berulang dan memiliki kemiripan sifat adiktif dengan produk tembakau. Penelitian ini dipublikasikan di The Milbank Quarterly.