Para peneliti menjelaskan alat molekuler baru yang memakai bioluminesensi untuk memantau aktivitas sel otak. Alat ini merekam perubahan kalsium, yang menunjukkan aktivitas sel. Alat dapat dipakai pada tikus dan ikan zebra, dan memungkinkan perekaman selama beberapa jam tanpa cahaya dari luar.
Metode yang biasa sekarang memakai fluoresensi dan harus disinari dari luar. Cahaya luar dapat merusak sel dan membuat sinyal pudar. Karena bioluminesensi membuat cahaya di dalam sel, eksperimen bisa berlangsung lebih lama dan sel lebih terlindungi.
Kata-kata sulit
- bioluminesensi — cahaya yang dibuat oleh organisme atau sel hidup
- memantau — mengamati kondisi atau perubahan secara terus-menerus
- kalsium — unsur kimia penting untuk kerja sel
- fluoresensi — cahaya yang dipantulkan atau dipancarkan setelah disinari
- perekaman — proses merekam data atau sinyal untuk disimpan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana perbedaan bioluminesensi dan fluoresensi menurut teks?
- Jika Anda peneliti, Anda pilih tikus atau ikan zebra untuk percobaan? Mengapa?
Artikel terkait
Instrumen dari Kartrid Vape untuk Kurangi Sampah Elektronik
Tim dari NYU mengubah kartrid vape yang dibuang menjadi sintesizer sederhana. Proyek ini menampilkan penggunaan kembali komponen seperti sensor, baterai, dan ujung mulut untuk mengurangi sampah elektronik dan mendorong kreativitas.
Pemimpin Sains Afrika Mendesak Investasi untuk Inovasi Medis
Para pemimpin sains Afrika menyerukan pembangunan dan pembiayaan inovasi medis di benua itu untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi ketergantungan pada dana internasional yang tidak pasti. Mereka juga merekomendasikan reformasi kebijakan dan investasi nasional untuk riset dan pengembangan.
Metode Ultrasound Baru Bantu Bedakan Kista dan Massa
Peneliti mengembangkan pemrosesan sinyal ultrasound yang membedakan massa berisi cairan dan massa padat lebih akurat. Uji awal menunjukkan deteksi benar 96% dibanding 67% dengan alat konvensional; penelitian dari Johns Hopkins ini didanai federal.