Para peneliti menjelaskan alat molekuler baru yang memakai bioluminesensi untuk memantau aktivitas sel otak. Alat ini merekam perubahan kalsium, yang menunjukkan aktivitas sel. Alat dapat dipakai pada tikus dan ikan zebra, dan memungkinkan perekaman selama beberapa jam tanpa cahaya dari luar.
Metode yang biasa sekarang memakai fluoresensi dan harus disinari dari luar. Cahaya luar dapat merusak sel dan membuat sinyal pudar. Karena bioluminesensi membuat cahaya di dalam sel, eksperimen bisa berlangsung lebih lama dan sel lebih terlindungi.
Kata-kata sulit
- bioluminesensi — cahaya yang dibuat oleh organisme atau sel hidup
- memantau — mengamati kondisi atau perubahan secara terus-menerus
- kalsium — unsur kimia penting untuk kerja sel
- fluoresensi — cahaya yang dipantulkan atau dipancarkan setelah disinari
- perekaman — proses merekam data atau sinyal untuk disimpan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana perbedaan bioluminesensi dan fluoresensi menurut teks?
- Jika Anda peneliti, Anda pilih tikus atau ikan zebra untuk percobaan? Mengapa?
Artikel terkait
Alat untuk Mengurangi Kebencian Partisan di Linimasa X
Peneliti membuat ekstensi yang menata ulang linimasa X untuk menurunkan unggahan bermusuhan tanpa menghapusnya atau bekerjasama langsung dengan platform. Percobaan menunjukkan pengurangan rasa permusuhan dan peningkatan rasa hangat antarpendukung partai.
Pendidik Minta Evolusi Dikembalikan ke Buku Teks di India
Pendidik sains di India meminta pemerintah mengembalikan materi evolusi yang dihapus dari buku pelajaran. Penghapusan dilakukan oleh NCERT untuk meringankan beban belajar setelah pandemi, dan ratusan ilmuwan menolak keputusan itu.
Molekul Waktu dan Talamus Mengatur Ingatan
Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa penunjuk waktu molekuler menentukan apakah kesan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Tim menemukan peran sentral talamus dan menyebut kemungkinan relevansi untuk penyakit seperti Alzheimer.
Molekul Baru dari Bakteri Terumbu Karang
Ekspedisi Tara Pacific mengumpulkan ribuan sampel terumbu karang dan menemukan banyak bakteri baru yang menghasilkan metabolit bioaktif. Penelitian menunjukkan potensi obat dan produk industri, namun menekankan pentingnya konservasi terumbu karang.