Sebuah pabrik diagnostik berlisensi WHO di Nigeria mulai memproduksi 147 juta kit tes cepat untuk HIV, malaria, dan tuberkulosis. Produksi dimulai bulan ini dan sekitar 70 persen bahan pembuatan bersumber secara lokal. Beberapa bahan penting, seperti lembaran yang belum dipotong dan enzim, masih diimpor.
Kit ini tidak memerlukan peralatan laboratorium rumit atau listrik yang andal, sehingga bisa dipakai di komunitas terpencil dan memberi hasil cepat. Perusahaan yang mengelola fasilitas berencana meningkatkan kandungan lokal dalam beberapa tahun dan telah memberikan pelatihan serta memperoleh sertifikasi ISO.
Kata-kata sulit
- diagnostik — untuk menemukan penyakit atau masalah kesehatan
- berlisensi — memiliki izin resmi dari organisasi tertentu
- enzim — protein yang mempercepat reaksi kimia dalam tubuh
- terpencil — jauh dari pusat atau tempat lain
- sertifikasi — bukti resmi bahwa suatu standar terpenuhi
- lembaran — kepingan datar bahan seperti kertas atau plastik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa manfaat produksi kit tes di negara sendiri menurut Anda?
- Bagaimana menurut Anda peningkatan kandungan lokal bisa membantu pabrik?
- Apakah kit yang tidak perlu listrik penting di daerah Anda? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Kutu Manusia dan Wabah Pes di Madagascar
Wabah pes masih terjadi di beberapa negara, terutama Madagascar. Penelitian menemukan kutu manusia (Pulex irritans) berperan dalam penyebaran dan mengaitkan infestasi kutu dengan kebiasaan rumah tangga serta penggunaan insektisida yang berisiko.
Afrika butuh surveilans One Health yang terintegrasi
Para ahli mengatakan Afrika memerlukan surveilans terintegrasi untuk manusia, hewan, dan lingkungan karena data terfragmentasi memperlambat deteksi wabah. Studi One Health yang dipimpin CABI mengusulkan investasi, pelatihan, dan kerja sama lintas sektor.
Studi: COVID-19 dan Flu Tinggalkan Perubahan Jangka Panjang
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kasus ringan COVID-19 atau influenza dapat menyebabkan perubahan berkepanjangan di paru-paru. Hanya pada COVID-19 ditemukan peradangan otak dan gangguan pada jalur serotonin dan dopamin.