Para peneliti ingin tahu apakah bakteri di usus memengaruhi siapa yang rentan terhadap infeksi bakteri sekunder setelah infeksi virus pernapasan. Mereka meneliti tikus dan fokus pada segmented filamentous bacteria (SFB), mikroba usus yang ada pada beberapa mamalia.
Tikus dengan SFB diberi patogen bakteri pernapasan umum, yaitu Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Staphylococcus aureus. Hasil menunjukkan bahwa SFB memberikan perlindungan nyata terhadap infeksi bakteri yang sering mengikuti influenza. Studi ini diterbitkan di jurnal Science Immunology.
Para peneliti menjelaskan bahwa SFB mengubah makrofag alveolar, sel imun di paru-paru, sehingga sel-sel ini tetap melawan bakteri setelah terinfeksi influenza. Mereka berharap temuan ini dapat dikembangkan menjadi cara baru untuk menangani infeksi pernapasan.
Kata-kata sulit
- memengaruhi — membuat sesuatu berubah atau berbeda
- rentan — mudah terkena penyakit atau bahaya
- mikroba — organisme kecil seperti bakteri dan virusmikroba usus
- patogen — organisme yang menyebabkan penyakit pada tubuh
- makrofag — sel imun besar yang melawan kuman di tubuhmakrofag alveolar
- perlindungan — tindakan atau kondisi yang mencegah penyakit atau bahaya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu penelitian tentang mikroba usus penting untuk penyakit pernapasan?
- Apakah kamu pernah mendengar tentang mikroba usus sebelumnya? Ceritakan singkat.
- Bagaimana menurutmu temuan ini bisa membantu orang sakit di masa depan?
Artikel terkait
Penggunaan Zat oleh Remaja AS Tetap Rendah Setelah Pandemi
Survei Monitoring the Future (University of Michigan) menemukan penggunaan sebagian besar zat oleh remaja AS tetap mendekati titik terendah 2021. Ada kenaikan kecil untuk heroin dan kokain, sehingga para peneliti mendesak pemantauan lebih lanjut.
Pendingin murah kurangi bahaya panas di pabrik garmen Bangladesh
Studi yang dipimpin University of Sydney dan diterbitkan 20 Oktober menguji langkah pendinginan berbiaya rendah untuk pekerja pabrik garmen Bangladesh. Kipas, dorongan minum air, dan atap berinsulasi memperbaiki kesehatan dan produktivitas.
Ilmuwan Afrika Selatan Pantau Kualitas Udara Waktu Nyata dengan Metode Fisika Partikel
Ilmuwan di Afrika Selatan mengadaptasi metode fisika partikel untuk sistem AI_r yang memantau kualitas udara waktu nyata menggunakan sensor murah, IoT, dan kecerdasan buatan. Proyek memasang 500 sensor di Sedibeng tahun depan dan mendapat dukungan internasional.