Para peneliti di Center for Community Health and Aging, Texas A&M University School of Public Health berupaya menentukan jenis latihan yang paling efektif untuk memperbaiki tidur pada orang lanjut usia dengan gangguan kognitif ringan. Kelompok ini diperkirakan berjumlah 8 hingga 10 juta orang di Amerika Serikat; mereka biasanya tidur sekitar 34 menit lebih sedikit per malam, memerlukan waktu lebih lama untuk tertidur, dan lebih sering terjaga di malam hari.
Lee dan Kim memonitor tujuh penghuni fasilitas perawatan jangka panjang selama 14 hari menggunakan Oura Rings. Mereka merekam pergerakan dan mengklasifikasikannya sebagai ringan, sedang, atau intens berdasarkan tingkat ekivalen metabolik (sebuah ukuran energi yang digunakan). Tidur gelisah ditandai dari kombinasi gerakan fisik, lonjakan detak jantung, dan perubahan suhu kulit. Tim bertemu peserta 15 hingga 20 menit dua kali seminggu untuk pengamatan tambahan.
Analisis menunjukkan bahwa latihan intens memberikan manfaat terbesar untuk kualitas tidur; para peneliti melaporkan bahwa untuk setiap detik ekstra aktivitas intens, gangguan tidur berkurang hampir seperlima detik. Aktivitas ringan juga mengurangi masalah tidur, namun efeknya jauh lebih kecil, dan latihan sedang tidak menunjukkan dampak signifikan dalam sampel kecil ini. Penulis menyebut keterbatasan, antara lain ukuran sampel yang kecil dan kurangnya rincian mengenai apakah aktivitas bersifat kardiovaskular atau latihan kekuatan. Mereka merekomendasikan program latihan yang disesuaikan — misalnya klub jalan kaki kelompok atau pelajaran berenang — sebagai cara praktis, menyenangkan, dan berkelanjutan untuk membantu mempertahankan kualitas hidup.
Kata-kata sulit
- gangguan kognitif ringan — penurunan kemampuan berpikir yang ringan pada lansia
- ekivalen metabolik — ukuran energi yang digunakan saat beraktivitas
- tidur gelisah — tidur dengan banyak gerakan dan terbangun sering
- intens — aktif secara kuat atau berenergi tinggi
- keterbatasan — kelemahan atau batasan pada penelitian atau metode
- perawatan jangka panjang — layanan kesehatan untuk pasien dalam waktu lama
- berkelanjutan — dapat dilanjutkan terus tanpa berhenti
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda latihan intens mungkin lebih efektif memperbaiki kualitas tidur dibandingkan latihan sedang?
- Program latihan kelompok apa yang Anda pikir cocok untuk penghuni fasilitas perawatan jangka panjang, dan mengapa?
- Apa tantangan utama dalam menerapkan program latihan berkelanjutan bagi orang lanjut usia dengan gangguan kognitif ringan?
Artikel terkait
Senyawa Baru di ETH Zurich Lambatkan Gejala Alzheimer pada Tikus
Tim di ETH Zurich, dipimpin Ursula Quitterer, menemukan senyawa yang mencegah penggumpalan enzim GRK2 dan melambatkan gejala Alzheimer pada tikus. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal Cell Reports Medicine dan kini sedang dicari pengembang industri.
AI untuk memperbaiki data penyebab kematian
Para peneliti meluncurkan proyek CODA, alat AI tiga tahun yang didanai Gates Foundation untuk memperbaiki data penyebab kematian di negara berpenghasilan rendah. Alat ini dipakai di komunitas dan fasilitas, dan memberi tingkat keyakinan pada rekomendasi.
Pelatihan Kecepatan Kognitif Kurangi Risiko Demensia
Peserta lansia yang menyelesaikan pelatihan kecepatan kognitif dan beberapa sesi penguat memiliki kemungkinan lebih kecil didiagnosis demensia sampai dua dekade kemudian. Temuan ini berasal dari uji klinis jangka panjang pada orang dewasa lanjut usia.
Kebutuhan Psikologis Dasar Mempengaruhi Perilaku Minum Alkohol
Penelitian menunjukkan orang yang kebutuhan psikologisnya terpenuhi cenderung minum dengan lebih aman. Studi mengaitkan otonomi, kompetensi, dan koneksi dengan pilihan minum yang lebih bertanggung jawab dan risiko penyalahgunaan lebih rendah.