Tim peneliti dari University of Zurich meneliti orang muda di Jerman dan Britania Raya. Mereka mengikuti peserta yang belum pernah pacaran dan disurvei setiap tahun dari remaja sampai dewasa muda.
Analisis menemukan sejumlah karakteristik yang memprediksi siapa yang lebih mungkin tetap lajang lebih lama. Secara umum, laki-laki, orang dengan pendidikan lebih tinggi, mereka yang melaporkan kesejahteraan lebih rendah, dan yang tinggal sendiri atau bersama orang tua lebih sering tetap lajang.
Orang muda yang tetap lajang jangka panjang melaporkan penurunan kepuasan hidup dan peningkatan kesepian terutama pada akhir dua puluhan. Setelah menjalin hubungan pertama, kepuasan hidup cenderung naik dan kesepian turun, tetapi gejala depresi tidak menunjukkan perubahan serupa.
Kata-kata sulit
- meneliti — mencari dan mempelajari fakta secara sistematis
- peserta — orang yang ikut dalam sebuah kegiatan atau studi
- memprediksi — mengira atau mengatakan kemungkinan sesuatu akan terjadi
- lajang — tidak menikah atau tidak sedang berpasangan
- kesejahteraan — keadaan hidup yang baik secara materi dan mental
- kepuasan hidup — perasaan senang tentang kondisi hidup seseorang
- kesepian — perasaan sendiri dan kurang dekat dengan orang lain
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu setuju bahwa tinggal sendiri atau bersama orang tua bisa mempengaruhi kemungkinan tetap lajang? Jelaskan singkat.
- Sebutkan satu hal dari teks yang dapat menurunkan kesepian pada orang muda.
- Bagaimana menurutmu masyarakat bisa membantu mengurangi kesepian pada orang muda?
Artikel terkait
Cara Pakai Kanabis dan Risiko Binge Drinking pada Siswa Kelas 12
Studi dari University at Buffalo menemukan siswa kelas 12 yang memakai dua atau lebih produk kanabis berisiko lebih tinggi melakukan binge drinking baru-baru ini. Merokok, vaping, dan dabbing terkait; edibles tidak terkait.
AS Perkenalkan Strategi Kesehatan Global 'America First'
Pada 18 September pemerintah AS meluncurkan Strategi Kesehatan Global "America First". Strategi ini menekankan keamanan, kemakmuran, dan pengaruh Amerika serta mengubah syarat pendanaan untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah.