- Para ilmuwan meneliti mikrobioma usus di beberapa negara Afrika.
- Mereka mengumpulkan sampel tinja dari banyak wanita.
- Para peneliti menemukan banyak mikroba usus yang baru.
- Temuan ini bisa memengaruhi cara obat bekerja.
- Pola mikroba berbeda pada orang dengan HIV.
- Orang di daerah pedesaan punya mikroba lebih beragam.
- Peserta di kota sering tidak memiliki bakteri tertentu.
- Penggunaan obat dan diet memengaruhi mikrobioma usus.
- Para ilmuwan ingin melanjutkan penelitian pada masalah kesehatan lain.
Kata-kata sulit
- mikrobioma — komunitas mikroba dalam usus manusiamikrobioma usus
- mikroba — organisme kecil yang bisa hidup di tubuhmikroba usus
- sampel — bagian kecil untuk diuji di laboratoriumsampel tinja
- memengaruhi — membuat sesuatu berubah atau berbeda
- beragam — memiliki banyak jenis atau variasi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Kamu tinggal di kota atau di pedesaan?
- Apakah kamu biasa minum obat?
- Apakah kamu ingin ikut penelitian kesehatan?
Artikel terkait
Sel T di amandel berbeda dari sel di darah
Penelitian menemukan bahwa sel T di amandel memiliki perbedaan penting dibanding sel T dalam darah. Tim peneliti menganalisis jutaan sel dari donor berbagai usia dan merekomendasikan memperhatikan lokasi jaringan saat menilai vaksin dan terapi.
Vitamin C Bisa Melindungi Kesuburan dari Bahan Kimia Lingkungan
Penelitian pada ikan medaka menunjukkan bahwa vitamin C mengurangi kerusakan testis dan memperbaiki kesuburan pada ikan yang terpapar kalium perklorat. Temuan ini memberi harapan, tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.
PAHO Terbitkan Panduan untuk Mengobati Tungiasis
PAHO menerbitkan panduan berbasis bukti untuk pengobatan tungiasis. Panduan merekomendasikan dimethicone viskositas rendah, menentang pencabutan manual tidak aseptik, dan mengingatkan perlunya tindakan klinis, komunitas, dan lingkungan.
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.