Sebuah penelitian pada tikus menemukan bahwa mengonsumsi antioksidan dalam dosis tinggi secara rutin dapat merusak DNA sperma dan memengaruhi perkembangan tengkorak serta wajah keturunan. Hasil ini penting karena banyak orang memakai suplemen antioksidan untuk kesehatan.
Tim peneliti menguji dua antioksidan yang umum, yaitu NAC dan selenium. Pejantan menerima antioksidan itu selama enam weeks sebelum kawin. Anak yang lahir, terutama anak perempuan, menunjukkan jarak mata lebih dekat dan tengkorak yang lebih kecil dibandingkan kelompok kontrol.
Peneliti memperingatkan agar pria yang merencanakan anak berhati-hati saat memakai suplemen dosis tinggi dan menimbang kembali penggunaan produk dengan kandungan antioksidan besar.
Kata-kata sulit
- antioksidan — zat yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif
- sperma — sel reproduksi laki-laki yang membuahi sel telur
- tengkorak — tulang yang melindungi otak dan bentuk kepala
- keturunan — anak atau generasi selanjutnya dari orang tua
- dosis — jumlah obat atau suplemen yang diberikan
- pejantan — hewan atau orang laki-laki untuk tujuan kawin
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda atau orang yang Anda kenal pernah memakai suplemen antioksidan? Mengapa?
- Bagaimana pendapat Anda tentang peringatan peneliti untuk pria yang merencanakan anak?
- Jika Anda merencanakan anak, apakah Anda akan mengubah kebiasaan suplemen? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Pencitraan Otak Menjelaskan PTSD pada Penanggapi WTC
Penelitian dengan pemindaian MRI pada penanggapi World Trade Center menemukan perbedaan struktur otak pada mereka yang punya PTSD. Temuan ini mendukung bukti biologis bahwa trauma memengaruhi integritas saraf dan bisa membantu diagnosis serta perawatan.
Pakistan: Usia Nikah 18 dan Tantangan Perkawinan Anak di Punjab
Parlemen Pakistan mengesahkan undang-undang pada Mei 2025 yang menetapkan usia nikah 18 tahun dan memberi denda serta hukuman. Namun perkawinan anak masih umum di Selatan Punjab, seperti kasus Zunaira yang berumur 14 tahun.