Sebuah penelitian pada tikus menemukan bahwa mengonsumsi antioksidan dalam dosis tinggi secara rutin dapat merusak DNA sperma dan memengaruhi perkembangan tengkorak serta wajah keturunan. Hasil ini penting karena banyak orang memakai suplemen antioksidan untuk kesehatan.
Tim peneliti menguji dua antioksidan yang umum, yaitu NAC dan selenium. Pejantan menerima antioksidan itu selama enam weeks sebelum kawin. Anak yang lahir, terutama anak perempuan, menunjukkan jarak mata lebih dekat dan tengkorak yang lebih kecil dibandingkan kelompok kontrol.
Peneliti memperingatkan agar pria yang merencanakan anak berhati-hati saat memakai suplemen dosis tinggi dan menimbang kembali penggunaan produk dengan kandungan antioksidan besar.
Kata-kata sulit
- antioksidan — zat yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif
- sperma — sel reproduksi laki-laki yang membuahi sel telur
- tengkorak — tulang yang melindungi otak dan bentuk kepala
- keturunan — anak atau generasi selanjutnya dari orang tua
- dosis — jumlah obat atau suplemen yang diberikan
- pejantan — hewan atau orang laki-laki untuk tujuan kawin
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda atau orang yang Anda kenal pernah memakai suplemen antioksidan? Mengapa?
- Bagaimana pendapat Anda tentang peringatan peneliti untuk pria yang merencanakan anak?
- Jika Anda merencanakan anak, apakah Anda akan mengubah kebiasaan suplemen? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Vaksin Demam Berdarah Satu Dosis Disetujui di Brasil
Anvisa menyetujui vaksin Butantan-DV satu dosis untuk usia 12–59 pada 26 November. Uji coba dengan 16.000 relawan menunjukkan efektivitas tinggi; lebih dari 1 juta dosis siap dan vaksin akan masuk Program Imunisasi Nasional awal 2026.
Waktu Hari Memengaruhi Efek Kemoterapi pada Glioblastoma
Penelitian menemukan waktu hari memengaruhi respons glioblastoma terhadap kemoterapi temozolomide. Aktivitas enzim MGMT berubah sepanjang hari, dan waktu biopsi juga dapat memengaruhi penilaian metilasi tumor. Temuan ini mendorong penelitian klinis lanjut pada kronomedisin.
Serangan Udara Mengganggu Universitas dan Riset di Iran
Berbulan-bulan serangan udara merusak banyak universitas dan laboratorium di Iran. UNESCO mengecam tindakan itu, dan para ahli memperingatkan pembelajaran daring tidak bisa menggantikan pelatihan laboratorium serta dapat merusak masa depan ilmuwan muda.