Berbulan-bulan serangan udara telah mengganggu universitas dan lembaga penelitian di seluruh Iran, dan pihak berwenang mengatakan lebih dari 30 universitas terkena sejak awal ofensif AS-Israel pada akhir Februari. Banyak kampus menghentikan pengajaran tatap muka dan memindahkan perkuliahan secara daring. UNESCO mengutuk serangan itu dan menegaskan penargetan institusi pendidikan secara sengaja tidak dapat diterima.
Organisasi itu memperingatkan bahwa kerusakan pada universitas dan pusat penelitian mengganggu pengajaran dan penelitian, melemahkan ekosistem riset, serta membatasi kerja sama ilmiah internasional. UNESCO menilai pembelajaran jarak jauh hanya dapat mempertahankan beberapa pengajaran teoretis, sementara pelatihan berbasis laboratorium dan pendidikan praktis tidak tergantikan. Gangguan berkepanjangan meningkatkan risiko hilangnya tenaga ahli dan semakin mengisolasi peneliti Iran.
Menurut ilmuwan Iran, efeknya melampaui kerusakan fisik. Universitas disebut sebagai pusat harapan, dan kerugian terbesar mungkin adalah rusaknya ambisi anak muda yang hendak berkarier di sains. Ruang kelas, laboratorium, infrastruktur digital, dan peralatan ilmiah yang hancur mengganggu penelitian dan menciptakan iklim ketakutan. Beberapa institusi mungkin mencoba membangun kembali teknologi secara domestik atau membalikrekayasa sistem, proses yang dapat memakan waktu bertahun-tahun, dan kerusakan pada basis data penelitian bisa berakibat jangka panjang.
Di dalam Iran, para peneliti melaporkan sektor ilmiah sedang berjuang: banyak pengajaran dipindah daring termasuk beberapa mata kuliah laboratorium, banyak laboratorium hanya semi-aktif, dan penelitian eksperimental melambat karena kenaikan biaya reagen molekuler dan pasokan khusus yang diperparah tekanan ekonomi. UNESCO mengatakan pemulihan akan membutuhkan investasi berkelanjutan dan stabilitas. Madani menyatakan biaya ekonominya akan sangat besar dan keluaran penelitian akan terhenti serta terpengaruh untuk beberapa waktu.
- Pelatihan praktis tidak bisa digantikan daring
- Laboratorium banyak yang semi-aktif
- Biaya bahan penelitian meningkat
- Risiko kehilangan tenaga ahli
Kata-kata sulit
- ofensif — serangan militer yang dilakukan secara luas
- penargetan — tindakan memilih sasaran untuk diserang
- ekosistem riset — jaringan lembaga dan proses penelitian yang terkait
- pembelajaran jarak jauh — proses belajar yang dilakukan dari jauh secara daring
- kerja sama — kerja bersama antara organisasi atau individu untuk tujuan tertentu
- reagen molekuler — zat kimia untuk eksperimen biologi dan genetika
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda penggantian pengajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh dapat memengaruhi kualitas pendidikan praktis di bidang sains? Jelaskan alasan Anda.
- Teks menyebutkan bahwa pemulihan membutuhkan investasi berkelanjutan dan stabilitas. Langkah konkret apa yang sebaiknya diambil untuk memulihkan ekosistem riset?
- Apa konsekuensi jangka panjang jika banyak tenaga ahli meninggalkan sistem penelitian? Berikan contoh berdasarkan isi teks.
Artikel terkait
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.
Peradangan Kaitan dengan Pilihan Bersosialisasi di Media Sosial
Studi menemukan orang dengan peradangan lebih tinggi cenderung berinteraksi lewat media sosial daripada bertemu langsung. Penelitian dipimpin oleh David Lee dari University at Buffalo dan dipublikasikan di Scientific Reports.
Aplikasi dan pesan teks bantu kesehatan mental mahasiswa
Penelitian besar menemukan aplikasi ponsel ditambah pendampingan lewat pesan teks mengurangi depresi, kecemasan, dan gangguan makan pada mahasiswa. Lebih dari 6.200 mahasiswa ikut serta dan hasil dipublikasikan di Nature Human Behavior.
Forum Jurnalis Sains: Pelajaran dari Pandemi
Science Journalism Forum (30 Agustus—2 September) mengumpulkan jurnalis dan editor secara daring untuk membahas tantangan jurnalisme sains selama pandemi. Konferensi bertujuan memperkuat jaringan dan keterampilan, terutama di negara berkembang.