Para peneliti mengembangkan robot otonom mikroskopis yang sepenuhnya dapat diprogram dan digerakkan oleh cahaya. Robot ini menerima energi dan instruksi dari pulsa cahaya, lalu bergerak dan merespons lingkungan dengan cara yang sederhana namun terkoordinasi.
Ukuran robot adalah sekitar 0.2 x 0.3 x 0.05 milimeter, sebanding dengan banyak mikroorganisme, dan biayanya hanya satu sen setiap unit. Sekelompok robot yang dijelaskan dalam Science Robotics dilengkapi sensor suhu yang akurat hingga sepertiga derajat Celsius. Sensor melaporkan hasilnya lewat gerakan menggoyang, yang dibandingkan dengan tarian lebah.
Desain propulsi dibuat tanpa bagian bergerak: robot menghasilkan medan listrik yang mendorong ion dalam cairan sehingga tercipta gaya untuk menggerakkan perangkat. Komputer pada robot berjalan dengan daya sangat kecil, dan panel surya mengumpulkan sebagian besar energi yang diperlukan.
Kata-kata sulit
- mengembangkan — menciptakan atau membuat sesuatu yang baru
- otonom — bisa berjalan atau bekerja sendiri tanpa pengontrol
- pulsa — denyutan singkat energi atau sinyal
- terkoordinasi — bekerja bersama secara rapi dan teratur
- propulsi — cara atau sistem untuk menghasilkan dorongan
- medan listrik — ruang di sekitar muatan listrik dengan gaya
- ion — atom atau molekul bermuatan listrik
- panel surya — perangkat yang mengubah cahaya menjadi listrik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurutmu robot mikroskopis yang digerakkan cahaya itu bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari?
- Apakah kamu khawatir jika robot seperti ini digunakan secara luas? Jelaskan alasanmu.
- Apa keuntungan desain propulsi tanpa bagian bergerak menurutmu?
Artikel terkait
Pemimpin Sains Afrika Mendesak Investasi untuk Inovasi Medis
Para pemimpin sains Afrika menyerukan pembangunan dan pembiayaan inovasi medis di benua itu untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi ketergantungan pada dana internasional yang tidak pasti. Mereka juga merekomendasikan reformasi kebijakan dan investasi nasional untuk riset dan pengembangan.
Antibodi Rekayasa untuk Melawan HCMV
Peneliti mengembangkan antibodi rekayasa yang mencegah human cytomegalovirus (HCMV) mengelabui sistem kekebalan. Dalam uji laboratorium antibodi ini mengurangi penyebaran virus, namun masih diperlukan pengujian lebih lanjut sebelum dipakai secara klinis.
Kurangnya Bukti Ilmiah Hambat Kebijakan Afrika
Lise Korsten dari African Academy of Sciences mengatakan sedikitnya bukti ilmiah yang dihasilkan di Afrika menghambat pembuatan kebijakan dan membuat benua itu lemah dalam perdagangan. AAS membangun jaringan dan program diplomasi sains untuk mengatasi masalah ini.