- Peneliti Mesir mengembangkan dua sistem baru.
- Debu gurun membuat panel surya kotor.
- Debu menghalangi sinar matahari dan menurunkan output.
- Sistem pertama memakai getaran dan lapisan nano.
- Unit itu bergetar dua kali setiap hari, sekitar satu menit.
- Sistem dapat memakai listrik panel atau baterai kecil.
- Versi lain digerakkan angin tanpa motor listrik.
- Panel biasa kehilangan 33 persen setelah enam minggu.
- Panel dengan getaran dan nano kehilangan 12.9 persen.
- Instalasi komersial pertama di Fifth Settlement, Kairo, sebulan lalu.
Kata-kata sulit
- panel — Bagian datar yang menangkap energi.
- surya — Berkaitan dengan matahari atau energi dari matahari.
- efisien — Bekerja dengan baik dan menggunakan sedikit sumber.
- debu — Partikel kecil yang membuat permukaan kotor.
- penting — Sangat perlu atau berharga.
- teknologi — Metode atau cara canggih untuk melakukan sesuatu.
- terinspirasi — Ide yang dimulai dari sesuatu yang lain.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa panel surya penting bagi energi?
- Bagaimana cara panel surya membantu lingkungan?
- Apa saja keuntungan menggunakan teknologi ini?
Artikel terkait
Instrumen dari Kartrid Vape untuk Kurangi Sampah Elektronik
Tim dari NYU mengubah kartrid vape yang dibuang menjadi sintesizer sederhana. Proyek ini menampilkan penggunaan kembali komponen seperti sensor, baterai, dan ujung mulut untuk mengurangi sampah elektronik dan mendorong kreativitas.
Bonobo Dapat Berpura-pura dan Membayangkan Benda
Peneliti melaporkan kera besar bisa berimajinasi dan berpura-pura. Temuan dari tiga percobaan terkontrol dengan bonobo Kanzi, dipublikasikan di Science, menunjukkan kemampuan ini mungkin berasal dari leluhur bersama 6–9 juta tahun lalu.
Kapal Penelitian Nansen Batal Survei di Perairan Sri Lanka
Kapal penelitian Norwegia Dr. Fridtjof Nansen membatalkan survei yang direncanakan di perairan Sri Lanka pada 2025 karena izin pemerintah terlambat. FAO menugaskan kapal itu ke Madagaskar dan para ilmuwan menyayangkan penundaan tersebut.