- Remaja sering minum alkohol di beberapa tempat.
- Pemerintah ingin mengurangi minuman beralkohol.
- Mereka membuat aturan usia minum.
- Aturan menaikkan batas usia minum legal.
- Setelah aturan, remaja minum lebih sedikit.
- Minum berlebihan juga menjadi lebih jarang.
- Nilai sekolah remaja mulai naik.
- Kesehatan mental remaja menjadi lebih baik.
Kata-kata sulit
- alkohol — minuman yang dapat membuat orang mabuk
- mengurangi — membuat jumlah sesuatu menjadi lebih sedikit
- aturan — peraturan yang dipakai untuk mengatur
- usia — umur atau tahun hidup seseorang
- berlebihan — melakukan sesuatu sampai terlalu banyak
- kesehatan mental — kondisi pikiran dan perasaan seseorang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah melihat remaja minum alkohol di tempat umum?
- Apakah menurutmu aturan usia minum penting?
- Bagaimana perasaanmu tentang minum berlebihan?
Artikel terkait
Jalur inflamasi 'pintu belakang' pada rheumatoid arthritis
Penelitian di Washington State University menemukan jalur inflamasi alternatif yang memperkuat TNF dan mungkin menjelaskan kegagalan beberapa obat untuk rheumatoid arthritis. Memblokir reseptor Fn14 mengurangi lonjakan peradangan dan menjadi target terapi berikutnya.
Melindungi Anak dari Gigitan Kutu dan Penyakit Lyme
Kutu nimfa aktif pada awal musim panas dan dapat membawa penyakit Lyme. Orang tua disarankan melakukan pemeriksaan tubuh, mengangkat kutu dengan benar, memakai pengusir serangga, dan mempertimbangkan pakaian yang diolah untuk mengurangi risiko.
Nanopartikel bantu sel punca tingkatkan mitokondria
Para peneliti di Texas A&M University menggunakan nanopartikel berbentuk bunga (nanoflowers) untuk membuat sel punca menghasilkan lebih banyak mitokondria dan mentransfernya ke sel yang menua atau rusak, sehingga memulihkan energi seluler.
Penelitian: Makanan Ultra-Olah Bisa Bersifat Adiktif seperti Tembakau
Analisis peneliti dari beberapa universitas menyatakan banyak makanan ultra-olahan dirancang untuk mendorong konsumsi berulang dan memiliki kemiripan sifat adiktif dengan produk tembakau. Penelitian ini dipublikasikan di The Milbank Quarterly.