Masalah Ketenagakerjaan Jurnalis di IndonesiaCEFR A1
6 Des 2025
Diadaptasi dari Arpan Rachman, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Mufid Majnun, Unsplash
- Jurnalis di Indonesia menghadapi kondisi kerja yang buruk.
- Banyak jurnalis menerima gaji yang sangat rendah.
- Sebagian pekerja hanya mendapat kontrak kerja jangka pendek.
- Beberapa jurnalis diberhentikan setelah membentuk serikat pekerja.
- Proses sengketa dimulai dengan mediasi antara pekerja dan perusahaan.
- Jika mediasi gagal, ada proses tripartit dan rekomendasi mediator.
- Beberapa sengketa dibawa ke Pengadilan Hubungan Industrial.
- Organisasi jurnalis melaporkan masalah upah dan perlindungan hukum lemah.
- Beberapa keluarga pekerja mengalami kesulitan memberi makan.
Kata-kata sulit
- jurnalis — Orang yang menulis berita untuk media
- kontrak — Perjanjian kerja antara pekerja dan perusahaan
- serikat pekerja — Grup pekerja yang melindungi hak dan kepentingan
- mediasi — Pertemuan untuk bicara dan mencari solusi
- sengketa — Masalah atau perselisihan antara dua pihak
- upah — Uang yang dibayar perusahaan kepada pekerja
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah bekerja dengan kontrak jangka pendek?
- Apakah menurutmu upah penting untuk keluarga?
- Apakah kamu pernah ikut pertemuan mediasi?
Artikel terkait
Kasus Temirlan Yensebek menguji kebebasan pers di Kazakhstan
Kasus aktivis dan jurnalis Temirlan Yensebek menyorot tekanan pada jurnalisme independen di Kazakhstan. Ia ditangkap pada Januari 2025 dan dijatuhi hukuman lima tahun berupa "kebebasan terbatas" setelah persidangan yang akses publiknya dibatasi.
Banjir dan Longsor di Huai Hin Lad Nai
Huai Hin Lad Nai, desa Masyarakat Adat Karen di Chiang Rai, mengalami banjir dan longsor pada September 2024. Penelitian Februari 2025 menyebut iklim dan penebangan masa lalu sebagai faktor, sementara komunitas ingin gabungkan pengetahuan adat dan sains.
Kasus Pelanggaran Lingkungan di Republik Dominika hingga September 2025
Hingga September 2025 ada 118 perkara pelanggaran Undang-Undang 64-00 di Republik Dominika. Banyak lembaga negara, termasuk SENPA dan Direktorat Inspeksi, bekerja sama untuk menyelidiki, menyita barang, dan menindak pelanggaran.
Brazil Dekriminalisasi Kepemilikan Ganja untuk Penggunaan Pribadi
Pada Juni 2024 Mahkamah Agung Brazil menyetujui dekriminalisasi kepemilikan ganja untuk penggunaan pribadi. Kepemilikan hingga batas tertentu dianggap bukan tindak pidana, dan keputusan itu berpotensi mengurangi kepadatan penjara.