Huai Hin Lad Nai adalah desa Masyarakat Adat Karen di Chiang Rai dan dinyatakan sebagai zona perlindungan cara hidup adat pertama. Desa ini hidup di atas lebih dari 10.000 rai hutan, tetapi hanya 1.632 rai yang dipakai untuk bercocok tanam. Komunitas ini pernah menerima penghargaan konservasi, termasuk UN Forest Hero Award.
Pada September 2024 desa mengalami banjir dan longsor yang disebut penduduk sebagai bencana sekali seumur hidup. Beberapa video dan laporan menyalahkan praktik bercocok tanam rotasi dan monokultur. Beberapa sawah dan kebun teh rusak, dan beberapa keluarga kehilangan babi sebagai sumber pendapatan.
Penelitian yang dipresentasikan Februari 2025 menunjukkan faktor iklim dan penebangan masa lalu mungkin berperan. Komunitas ingin gabungkan pengetahuan tradisional dengan ilmu dan teknologi, tetapi hukum dan kontrol pemerintah atas hutan menjadi hambatan.
Kata-kata sulit
- komunitas — Sekelompok orang yang hidup bersama.komunitas ini
- perubahan — Proses yang membuat sesuatu menjadi berbeda.perubahan iklim
- banjir — Air yang meluap ke daratan.
- pertanian — Proses menanam dan membudidayakan tanaman.lahan pertanian
- teknologi — Alat atau metode untuk mempermudah pekerjaan.
- pengetahuan tradisional — Cara-cara yang sudah ada sejak lama.
- stereotip — Pandangan umum yang tidak selalu benar tentang kelompok.stereotip negatif
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting untuk melindungi komunitas adat?
- Bagaimana cara teknologi dapat membantu dalam pertanian?
- Apa dampak perubahan iklim terhadap masyarakat?
Artikel terkait
Karnaval di Rio Tingkatkan Mikroplastik dari Glitter
Studi di Pantai Flamengo, Rio de Janeiro, menemukan bahwa glitter dan plastik kecil meningkat selama Karnaval. Penelitian 2024 menunjukkan sebagian besar mikroplastik di pasir berasal dari fragmen plastik seperti glitter dan partikel tetap tinggi setelah acara.
Adaptasi Iklim Lokal Jadi Pusat Perencanaan di Afrika
Analisis baru mengatakan adaptasi iklim yang dipimpin secara lokal harus menjadi pusat perencanaan di Afrika untuk menghadapi risiko iklim yang meningkat. Studi menyorot upaya terfragmentasi, pembiayaan tidak merata, dan perlunya keterlibatan lokal.